Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Pertamax Naik, Konsumen Beralih ke Pertalite

Pertamina menyebut fenomena pergeseran konsumsi BBM dari jenis Pertamax ke Pertalite terjadi setelah harga Pertamax naik.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  17:29 WIB
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading menyebut terjadi pergeseran pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamax ke Pertalite dengan real octane number (RON) 90. Fenomena pergeseran konsumsi BBM ini terjadi setelah harga Pertamax naik.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Alfian Nasution mengatakan pergeseran pola konsumsi BBM itu menyebabkan terjadinya kenaikan permintaan masyarakat pada BBM bersubsidi tersebut.

“Sebenarnya memang kami mengakui bahwasannya untuk Pertalite sudah ada shifting dari Pertamax ke Pertalite sebelum arus mudik ini,” kata Alfian saat konferensi pers penutupan posko sektor ESDM di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Momen peralihan pola konsumsi itu, kata Alfian, terjadi saat pemerintah memutuskan untuk menaikan harga Pertamax pada 1 April 2022. Kondisi itu dikhawatirkan bakal menggerus pasokan BBM bersubsidi itu di tengah masyarakat.

“Jadi ini terjadi ketika ada kenaikan harga Pertamax jadi sudah mulai shifting di situ beberapa persen begitu,” kata Alfian.

Berdasarkan laporan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, terjadi peningkatan permintaan yang signifikan untuk gasoline sebesar 26 persen secara nasional. Adapun penyaluran tertinggi terjadi pada 1 Mei 2022 atau satu hari sebelum Idulfitri yang mencapai 36 persen dari penjualan normal.

Sementara itu, pucak penyaluran untuk BBM jenis Pertalite dengan RON 90 sempat naik 46,2 persen terhadap torehan penjualan normal. Di sisi lain, penyaluran untuk gasoil turun sebesar 31,65 persen terhadap pencatatan selama penjualan normal.

Di sisi lain, penyaluran gasoline kembali meningkat 12 persen selama masa arus balik dengan permintaan tertinggi terjadi pada 5 Mei 2022 atau H+3 Idulfitri sebesar 29 persen terhadap penjualan normal. Adapun penyaluran gasoil turun 40 persen dari torehan penjualan normal.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina BBM pertamax Pertalite
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top