Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indef: Lonjakan Inflasi Bisa Tambah Jumlah Orang Miskin, Waspadai!

Pengendalian inflasi menjadi aspek penting dalam menjaga tren pertumbuhan ekonomi.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 29 April 2022  |  09:05 WIB
Warga beraktivitas di permukiman semi permanen di Kampung Kerang Ijo, Muara Angke, Jakarta, Selasa (22/1/2019).  - Antara/Aprillio Akbar
Warga beraktivitas di permukiman semi permanen di Kampung Kerang Ijo, Muara Angke, Jakarta, Selasa (22/1/2019). - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — Institute for Development of Economics and Finance atau Indef menilai bahwa lonjakan inflasi dapat meningkatkan jumlah penduduk miskin. Oleh karena itu, pengendalian inflasi menjadi aspek penting dalam menjaga tren pertumbuhan ekonomi.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menjelaskan bahwa pengukuran tingkat kemiskinan menggunakan standar harga dari kebutuhan makanan atau kebutuhan pokok. Lonjakan inflasi dapat membuat standar itu meningkat, sehingga banyak masyarakat yang rawan masuk ke kategori miskin.

“Otomatis kalau inflasi naik batas garis kemiskinannya naik. Yang dalam batas itu akan masuk kategori miskin,” ujar Tauhid kepada Bisnis, Kamis (28/4/2022).

Menurutnya, bantuan sosial merupakan instrumen penting untuk menjaga masyarakat turun ke jurang kemiskinan, terlebih di masa pagebluk seperti saat ini. Namun, perlu dipastikan bahwa penyalurannya tepat sasaran.

Akan tetapi Indonesia masih menghadapi kendala tidak mutakhirnya basis data kependudukan. Seringkali masyarakat kelas menengah bawah masih mendapatkan bantuan—menambah sengkarut penyaluran subsidi yang juga sering tidak tepat sasaran.

“Kalau penerima bantuan sosial bukan orang miskin, efek dorongan ke konsumsinya sedikit, tidak maksimal. Penyaluran bantuan sosial harus dilakukan, syaratnya basis data harus diperbaiki,” katanya.

Setelah mengendalikan inflasi, pemerintah kemudian harus meluncurkan ekspansi fiskal yang menciptakan lapangan kerja lebih banyak atau sektor padat karya. Tujuannya agar pendapatan negara muncul sehingga tren pertumbuhan ekonomi semakin kuat.

“Baru, terakhir, upaya menggerakkan investasi masyarakat dan swasta harus dilakukan, mekanisme perizinan dipermudah, sertifikasi halal harus lebih mudah dan sederhana. Usaha kecil harus dibantu,” ujar Tauhid.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi Pertumbuhan Ekonomi kemiskinan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top