Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Bulog Agar Harga Minyak Goreng Curah Rp14.000 Per Liter

Perum Bulog mengungkap strategi agar harga minyak goreng curah bisa kembali ke Rp14.000 per liter.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 28 April 2022  |  16:13 WIB
Petugas mendistribusikan minyak goreng murah kepada pedagang pasar tradisional di wilayah Jakarta - PPI
Petugas mendistribusikan minyak goreng murah kepada pedagang pasar tradisional di wilayah Jakarta - PPI

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog ditugaskan untuk mendistribusikan minyak goreng curah Rp14.000 dengan memperbanyak pengecer di pasar tradisional dan pelayanan kepada usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh wilayah Indonesia.

Hal itu tersebut seiring dengan ditugaskannya Bulog oleh pemerintah sebagai distributor minyak goreng yang saat ini harganya mahal dan sulit dijangkau masyarakat.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan untuk lebih jauh pihaknya masih melakukan pembahasan mengenai mekanisme pengadaan dan distribusi minyak goreng curah tersebut.

“Masih pembahasan. Kami masih koordinasi dengan produsen minyak goreng untuk kepastian suplai,” ujarnya lewat pesan kepada Bisnis, Kamis (28/4/2022).

Menurutnya, Bulog nantinya akan ditugaskan untuk distribusi 10 sampai 20 persen dari kebutuhan minyak goreng curah nasional.

Sembari menunggu final mekanisme distribusi dan suplainya, Suyamto menjelaskan bahwa perusahaan pelat merah itu saat ini sedang mendistribusikan 2 juta liter ke seluruh Indonesia.

“[Meskipun] Saat ini kami sudah melakukan distribusi dengan pola bisnis to bisnis,” tuturnya.

Adapun,  terkait anggaran dan besaran subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Suyatmo enggan membeberkannya.

Pasalnya, hal tersebut masih dalam proses pembahasan antar instansi. 

“Masih pembahasan, lebih baik konfirmasi langsung dengan BPDPKS,” imbuhnya.

Selain melibatkan Bulog, pemerintah pun menugaskan Bea Cukai dan BPDPKS agar kebijakan pelarangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan minyak goreng efektif. Kemudian, pengawasan pun akan dilakukan Satgas Pangan.

Sebelumnya, Direktur Bisnis Bulog Febby Novita mengatakan pihaknya akan siap jika ditugaskan sebagai distributor utama minyak goreng jika ditugaskan pemerintah. Menurut Novita, infrastruktur Bulog sudah cukup memadai jika diperluas perannya dalam distribusi migor. Sebab, kata dia, Bulog mempunyai rantai distribusi dari pusat hingga kecamatan.

“Kita kalau bicara jalur distribusi, kantor punya pegawai punya sampai kecamatan. Jika dibutuhkan mobil tangki untuk menyalurkan ada juga karena kita punya juga anak perusahaan anak angkutan tangka minyak,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (21/4/2022).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog minyak goreng larangan ekspor sawit
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top