Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Berkah Ramadan, Bank Indonesia Nyatakan Inflasi di Level Rendah dan Terkendali

Bank Indonesia menilai inflasi di bulan April 2022 masih berada pada level rendah dan terkendali.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 23 April 2022  |  13:40 WIB
Berkah Ramadan, Bank Indonesia Nyatakan Inflasi di Level Rendah dan Terkendali
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia menyampaikan inflasi saat ini berada pada level yang rendah dan terkendali.

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu ketiga April 2022, perkembangan harga tetap terkendali dan diperkirakan inflasi 0,74 persen mtm.

 “Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi April 2022 secara tahun kalender sebesar 1,95 persen ytd, dan secara tahunan sebesar 3,26 persen yoy,” tulis Bank Indonesia dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (23/4/2022).

Adapun sektor-sektor yang berkontribusi terhadap inflasi di bulan ini antara lain  komoditas minyak goreng sebesar 0,26% mtm dan bensin sebesar 0,18 persen mtm.

Sektor daging ayam ras menyumbang inflasi sebesar 0,08 persen mtm, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen mtm.

Sedangkan telur ayam ras, sabun deterjen bubuk/cair dan jeruk masing-masing sebesar 0,02 persen mtm.

Bahan pokok makanan sehari-hari seperti daging sapi, bawang putih, tempe, bayam, kangkung, nasi dengan lauk, ayam goreng, serta rokok kretek dan rokok kretek filter masing-masing berkontribusi sebesar 0,01 persen mtm.

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu ini yaitu tomat dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,02 persen mtm dan -0,01 persen mtm.

Bank Indonesia berupaya mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia Inflasi daging sapi daging ayam
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top