Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Philip Morris Dukung Peran Swasta di Presidensi G20-B20 Indonesia

Kolaborasi pemerintah dan swasta dalam Presidensi G20-B20 Indonesia sangat penting bagi pemulihan dan masa depan ekonomi dunia yang beberapa tahun ini mengalami masa sulit akibat pandemi
Logo Presidensi G20 Indonesia/Kemenlu RI
Logo Presidensi G20 Indonesia/Kemenlu RI

Bisnis.com, JAKARTA - President, South & Southeast Asia Philip Morris International (PMI) Stacey Kennedy mengatakan terkesan dengan Presidensi G20 Indonesia. Menurut Stacey, tema “Recover Together, Recover Stronger” dan inklusivitas sangat penting dalam pemulihan ekonomi dunia di masa pandemi Covid-19 ini. 

“Tema tersebut sangat penting dan selaras dengan prioritas bisnis PMI dan HM Sampoerna. Pulih bersama terutama dalam bagi ekosistem UMKM, petani, ritel, mitra bisnis dan pemerintah sangat penting bagi masa depan ekonomi dunia selama beberapa tahun ini mengalami masa sulit,” kata Stacey kepada Bisnis, Kamis (21/4/2022). 

Stacey mengatakan pemulihan akan bermakna jika berlaku untuk semua, baik itu negara maju, negara berkembang, perusahaan besar, UMKM, dan semua orang. Lebih lanjut, Stacey mengaku merasa terhormat Sampoerna (dan PMI) bisa berpartisipasi dalam Forum Business 20 (B20) yang masuk dalam rangkaian Presidensi G20 Indonesia. 

“Salah satu anggota Dewan Direksi PMI, Juan José Daboub merupakan adalah co-chair di B20 dalam Task Force Trade & Investment. Ini sangat penting karena Task Force ini akan mengajukan rekomendasi kebijakan di KTT G20 Indonesia untuk membantu pemulihan yang inklusif bagi semua,” jelas Tracey. 

Nantinya, dalam Task Force Trade & Investment, sektor swasta berkolaborasi dengan pemerintah membuat kebijakan-kebijakan terkait perdagangan dan investasi yang berkelanjutan serta bisa diakses oleh negara-negara berkembang agar bisa cepat pulih dari keterpurukan ekonomi dan kesehatan akibat pandemi. 

Dalam kolaborasi itu, Stacey berharap pemerintah membuat kebijakan dengan prediktabilitas seputar kemudahan berusaha yang membuat sektor swasta mudah untuk berinvestasi di negara seperti Indonesia. 

Ke depannya, perusahaan global termasuk PMI harus menyadari perlunya mendiversifikasi manufaktur dan rantai pasok secara global sehingga negara-negara yang menjadi tempat investasinya termasuk Indonesia akan memperoleh manfaat dari beberapa investasi ini.

Bagi Stacey, melalui pelibatan komunitas bisnis dari seluruh negara anggota G20 dalam beberapa Task Force yang dibentuk akan memungkinkan terbangunnya kesepakatan antara perusahaan dan pemerintah dalam memulihkan perekonomian yang bermanfaat bagi semua.  

“Aspek lain yang kami fokuskan pada inklusivitas dengan memastikan investasi yang bisa diakses baik itu perusahaan besar hingga UMKM. PMI dan HM Sampoerna ingin memberikan contoh tentang apa yang kami lakukan melalui Sampoerna Retail Community (SRC) yang membina UMKM dan banyak pilar lainnya,” ujar Stacey.  

Presdir HM Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan selama ini perusahaannya sudah memberikan contoh nyata bagaimana sektor swasta, perusahaan multinasional, dan pemerintah bekerja sama untuk perekonomian dan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Saya mendampingi dan menjadi asisten Juan Daboub dan berpartisipasi dalam setiap rapat tentang rekomendasi kebijakan di Task Force Trade & Investment B20. Pesan utama yang kami sampaikan adalah tentang inklusivitas, keberlanjutan, tentang dukungan kepada UMKM, karena mereka adalah tulang punggung perekonomian, khususnya di Indonesia,” kata Mindaugas. 

Dalam merumuskan policy paper, sambung Mindaugas, sektor swasta ikut membantu bagaimana upaya mendukung UMKM, mulai dari akses pendanaan, digitalisasi termasuk strategi berkelanjutan demi masa depan dunia yang lebih baik dan akan menjadi warisan dari Presidensi Indonesia untuk G20 dan B20. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Wahyu Arifin
Editor : Wahyu Arifin
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper