Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JLL Sebut Kinerja Pusat Perbelanjaan Jakarta Kembali Menggeliat

Secara umum, tingkat okupansi pusat perbelanjaan sejauh ini mulai stabil yaitu 87 persen. Bahkan, pada tahun ini pasokan pusat perbelanjaan baru diperkirakan bertambah sebesar 150.000 meter persegi.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 21 April 2022  |  10:11 WIB
Aktivitas pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022) - Antara
Aktivitas pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah telah melonggarkan kebijakan pembatasan setelah situasi Covid-19 semakin terkendali. Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) memproyeksikan subsektor properti jenis ritel, pusat perbelanjaan, dan mal di Jakarta akan menggeliat pada tahun ini.

Head of Research JLL Yunus Karim menyebutkan, pusat perbelanjaan dan mal tercatat mengalami peningkatan pengunjung, terutama mal menengah ke atas. Menurutnya, restoran dan fasilitas hiburan ramah keluarga, yang didukung oleh tersedianya taman bermain anak-anak menjadi daya tarik untuk pengunjung.

"Ini dikarenakan mal-mal ini menyediakan destinasi food and beverage (FnB) dan hiburan yang menjadi daya tarik pengunjung," ujar Yunus dalam acara JLL, Rabu (20/04/2022).

Yunus mencatat, saat ini pusat perbelanjaan di Jakarta telah diizinkan untuk menerima kunjungan 100 persen, meski tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti pengunjung wajib melakukan vaksinasi, pengunjung harus menggunakan aplikasi pemantau, dan keharusan penggunaan masker di dalam pusat perbelanjaan. Sementara itu, peraturan pembatasan jumlah pengunjung masih diterapkan pada sejumlah tenant di dalam pusat perbelanjaan.

“Untuk makan di tempat di restoran diperbolehkan dengan kapasitas 75 persen pengunjung. Gym memperbolehkan 75 persen kapasitas pengunjung, dan kapasitas pengunjung untuk bioskop adalah 70 persen,” urainya.

Kendati demikian, menurut Yunus, hal tersebut tidak menyebabkan penurunan tingkat okupansi.

"Secara umum, tingkat okupansi pusat perbelanjaan relatif stabil yaitu 87 persen. Pasokan pusat perbelanjaan baru diperkirakan bertambah sebesar 150.000 meter persegi pada 2022,” kata Yunus.

Yunus optimis bahwa adanya pelonggaran akan berdampak positif bagi pertumbuhan penyewaan tempat di pusat perbelanjaan di Jakarta.

“Jika pelonggaran terus berjalan karena distribusi vaksin yang telah meluas, penyewaan tempat di pusat perbelanjaan akan kembali pulih pada tahun 2022,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti mal pusat perbelanjaan dki jakarta
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top