Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Mafia Migor Terkoyak hingga BI Tahan Bunga Acuan

BisnisIndonesia.id menyajikan informasi menarik sepanjang Selasa (19/04/2022) hingga Rabu (20/04/2022) dini hari WIB antara lain perkembangan lelang pembangunan jalan tol.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 20 April 2022  |  09:21 WIB
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Mafia Migor Terkoyak hingga BI Tahan Bunga Acuan
Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022)./Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bola panas kisruh minyak goreng makin bergulir liar pekan ini. Dugaan suap izin ekspor komiditas pangan strategis itu pada bulan lalu mulai berujung pada penetapan sederet tersangka, yang ironisnya mencatut pejabat eselon 1 Kementerian Perdagangan.

Berita tersebut merupakan salah satu dari lima berita pilihan Bisnisindonesia.id sepanjang Selasa (19/04/2022) hingga Rabu (20/04/2022) dini hari WIB.

Selain itu, terdapat informasi mengenai perkembangan lelang jalan tol, babak baru royalti batu bara, investor perlu lebih cermat dalam menanamkan dana di instrumen obligasi korporasi, dan Bank Indonesia mempertahankan BI7DRR di level 3,50%.

Berikut ini adalah intisari dari setiap berita pilihan:

1. Tabir Permufakatan Jahat Mafia Migor Koyak, Selanjutnya Apa?

Bola panas kisruh minyak goreng makin bergulir liar pekan ini. Dugaan suap izin ekspor komiditas pangan strategis itu pada bulan lalu mulai berujung pada penetapan sederet tersangka, yang ironisnya mencatut pejabat eselon 1 Kementerian Perdagangan.

Akankah isu ini menjadi titik balik yang memecut pemerintah untuk segera konkret dalam mengeksekusi jurus pemungkas yang sanggup mengakhiri karut marut di subsektor industri kelapa sawit ini? Apakah kasus ini juga akan menjadi pintu masuk pengungkapan mafia migor?

Pada Selasa (19/4/2022) penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka yang langsung ditahan ihwal dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pemberian fasilitas ekspor CPO sepanjang Januari–Maret 2022. CPO itu sedianya dimandatkan pemerintah untuk dipasok ke dalam negeri demi mengurai anomali harga.

2. Konektivitas Terus Dipacu, Apa Kabar Progres Lelang Jalan Tol?

Konektivitas jalan tol terus dipacu. Bisnis jalan tol pun dinilai masih menarik bagi investasi bagi badan usaha. Pemerintah pun tengah melakukan persiapan dan proses tender sejumlah ruas jalan tol di tahun ini.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan ada enam ruas jalan tol yang dalam proses lelang dengan total investasi Rp88,39 triliun antara lain ruas Jembatan Balikpapan–Penajam Paser Utara sepanjang 7,35 km dan ruas Bogor–Serpong via Parung 31,1 km

Selanjutnya, JORR Elevated Cikunir–Ulujami 21,5 km, akses Patimban 37,05 km, Kamal–Teluknaga–Rajeg 38,6 km, dan ruas Sentul Selatan–Karawang Barat 61,5 km. Selain enam ruas jalan tol yang tengah dalam tender, juga terdapat empat ruas dalam persiapan tender.

3. Babak Baru Royalti Batu Bara & Akhir Rezim Kontrak Tambang

Melonjaknya harga batu bara di pasar global sejak akhir tahun lalu menjadi momentum bagi pemerintah untuk menata kembali tarif pungutan royalti untuk komoditas “emas hitam” itu.

Melalui PP No. 15/ 2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Usaha Pertambangan Batubara yang ditetapkan pada 11 April 2022, pemerintah memberlakukan kebijakan tarif berjenjang royalti batu bara.

Pemberlakuan tarif baru royalti itu pun menandakan berakhirnya rezim kontrak pertambangan, yang diganti menjadi rezim izin, sesuai dengan amanat Pasal 169A UU No. 3/2020 tentang Perubahan atas UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba).

4. Saatnya Investor Lebih Selektif Berburu Obligasi Korporasi

Investor perlu lebih cermat dalam mengambil langkah untuk berinvestasi di instrumen obligasi korporasi tahun ini, meskipun ada potensi peningkatan keuntungan dari besaran kupon yang akan lebih tinggi seiring dengan kenaikan suku bunga global.

Tahun ini seharusnya menjadi kesempatan bagi kalangan korporasi untuk memacu kinerja mereka setelah selama 2 tahun terakhir tertekan akibat pandemi. Namun, sayangnya kondisi pasar tahun ini justru ditandai oleh tingkat inflasi yang meroket dan memaksa terjadinya pengetatan moneter.

Bank sentral Amerika Serikat, yakni the Fed, telah memberikan sinyal hawkish atau akan lebih agresif dalam mengetatkan moneternya, baik melalui instrumen suku bunga, maupun melalui aksi pembelian aset di pasar. Hal ini bakal menyebabkan likuiditas di pasar makin mengetat.

5. BI Berani Tahan Suku Bunga Saat Bank Sentral Lain Menaikkannya

Bank Indonesia memilih melakukan kebijakan yang berlawanan dengan sejumlah bank sentral negara maju terkait kebijakan suku bunganya. Berdasar hasil Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia bertahan untuk tidak menaikkan suku bunga.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo — BI

Bank sentral negara maju yang mulai menaikkan suku bunganya antara lain Korea Selatan dan Kanada. Sementara itu, bank sentral AS, The Fed diperkirakan lebih agresif. Pasar membaca adanya kenaikan 50 basis poin dalam FOMC meeting awal Mei mendatang.

Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur BI April 2022 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,50%. Sejalan dengan itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility 2,75% dan suku bunga Lending Facility 4,25%.

Selamat membaca!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi jalan tol pertambangan suku bunga acuan minyak goreng
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top