Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Mulai Pulih, PLN: Beban Puncak Listrik Naik di Jawa-Bali

PT PLN (Persero) menyatakan beban puncak listrik saat siang hari di sistem Jawa Madura Bali memecahkan rekor tertinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 April 2022  |  20:36 WIB
Ekonomi Mulai Pulih, PLN: Beban Puncak Listrik Naik di Jawa-Bali
Petugas Area Pelaksana Pemeliharaan (APP) Cawang PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat melakukan pemeriksaan rutin panel di Gardu Induk 150 KV Mampang Dua, Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) mencatat beban puncak listrik saat siang hari di sistem Jawa Madura Bali atau Jamali mencapai rekor tertinggi baru yakni 28.693 megawatt. Hal ini menjadi sinyal kuat pemulihan ekonomi karena didorong geliat aktivitas masyarakat dan industri.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan realisasi beban puncak siang hari di sistem Jamali pada 14 April 2022 tercatat mencapai 28.693 megawatt. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi baru di sistem kelistrikan di Indonesia.

"Kenaikan beban puncak pada siang hari, menjadi sinyal aktivitas masyarakat, kegiatan ekonomi dan geliat industri mulai meningkat," kata Agung, dikutip dari Antara, Sabtu (16/4/2022).

Sebaliknya, beban puncak malam tertinggi mencapai 27.936 megawatt yang tercatat pada 30 Maret 2022. Untuk beban daya mampu pasokan di Jamali pada siang hari mencapai 29.736 megawatt, sedangkan malam hari mencapai 29.141 megawatt.

Tak hanya Jamali, menurut Agung, PLN juga mencatat peningkatan beban puncak di sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dengan rekor tertinggi mencapai 1.625 megawatt. Beban puncak ini naik bila dibandingkan capaian tahun lalu sebesar 1.617 megawatt.

"Geliat pemulihan ekonomi saat ini sudah mulai terasa. Hal ini bisa dilihat dari beban puncak listrik di beberapa daerah yang mulai meningkat. Ini sinyal optimisme bahwa masyarakat dan industri mulai meningkatkan aktivitas," ujar Agung.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pada kuartal pertama tahun ini realisasi penjualan listrik tercatat sebesar 65,42 terawatt jam (TWh). Khusus di sektor industri, konsumsi listrik mencapai 21.953 gigawatt jam (GWh) atau naik 16 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

"Kenaikan penjualan listrik menjadi sinyal bahwa perekonomian kembali pulih. Aktivitas masyarakat kembali pulih sehingga mendorong konsumsi listrik terutama di sektor industri dan ritel, konsumsi listrik semakin meningkat," ujarnya.

Menurut Agung, pencapaian ini tak lepas dari strategi creating demand yang ditempuh melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi.

Strategi intensifikasi dilakukan PLN melalui berbagai bundling dan promo untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Salah satunya rangkaian program promo tambah daya sepanjang tahun yang disambut antusias oleh pelanggan.

Strategi intensifikasi juga dilakukan melalui penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong penggunaan kompor induksi serta kendaraan listrik berbasis baterai.

Di samping itu, strategi ekstensifikasi ditempuh PLN melalui program win back dengan mengakuisisi captive power atau mengganti kelistrikan perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan pembangkit sendiri dengan suplai listrik dari PLN agar perusahaan dapat berfokus pada bisnis intinya.

Selain itu, PLN juga terus menggali ceruk pasar potensial di berbagai sektor, di antaranya melalui program electrifying agriculture dan electrifying marine untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan serta kelautan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik pemulihan ekonomi

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top