Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Mimpi Miliki Mobil Terbang Sendiri, Momen Emiten Unggas Mengasah Taji

Perusahaan platform teknologi kendaraan udara otonom (AAV) ini telah menerima pre-order untuk 100 unit EH216 AAV dari Prestige Aviation, perusahaan penerbangan Indonesia dan anak perusahaan Prestige Corp., pada acara penandatanganan kontrak secara online selama Indonesia International Motor Show 2022 (IIMS 2022).
Saeno
Saeno - Bisnis.com 13 April 2022  |  07:20 WIB
Mobil terbang EHang demo terbang di arena IIMS Hybrid 2022. - Foto Prestige
Mobil terbang EHang demo terbang di arena IIMS Hybrid 2022. - Foto Prestige

Bisnis.com, JAKARTA - Prestige Aviation resmi memesan 100 unit autonomous aerial vehicle EHang, Senin (11/4/2022). EHang Holdings Limited memastikan bahwa perusahaan platform teknologi kendaraan udara otonom (AAV) ini telah menerima pre-order untuk 100 unit EH216 AAV dari Prestige Aviation, perusahaan penerbangan Indonesia dan anak perusahaan Prestige Corp., pada acara penandatanganan kontrak secara online selama Indonesia International Motor Show 2022 (IIMS 2022). 

Selain berita tentang mobil terbang, Bisnisindonesia.id menyajikan berita ekonomi dan bisnis lainnya yang disajikan secara analitik dan mendalam.

Berikut lima berita pilihan yang disajikan dalam Top 5 News edisi Rabu (13/4/2022) untuk Anda, para pembaca yang budiman. Selamat menikmati.

1. Mimpi Memiliki Mobil Terbang Sendiri

EHang akan melanjutkan kerjasama mendalam dengan Prestige Aviation di UAM di Indonesia. EHang juga akan mempercepat pengembangan UAM di kawasan Asia Pasifik dengan tujuan untuk memberi manfaat bagi masyarakat dengan teknologi AAV mutakhir. Salah satu faktor pendorongnya ialah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang menguntungkan bagi kerja sama internasional

EHang telah lama menjadi mitra penting bagi Prestige Aviation. Sebagai cikal bakal transportasi berkelanjutan Indonesia, ia berharap dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan transportasi udara.

2. Makin Ramai Fintech Jadi Tangan Kanan Multifinance

OJK mencatat sampai dengan akhir 2021, setidaknya yang masih melanggar terkait ketentuan permodalan mencapai 13 persen. Sementara yang melanggar ketentuan piutang pembiayaan bermasalah mencapai 10 persen. Namun, perhitungan persentase ini masih belum memisahkan suatu perusahaan yang melanggar lebih dari satu ketentuan.

Sebelumnya, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W Budiawan memberikan gambaran bahwa multifinance pesakitan ada beberapa jenis dan penyebab yang berbeda.

3. Perhotelan Bali Mulai Kembali Bernapas

Saat ini kondisi pariwisata Bali telah mengalami kenaikan kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) yang meningkat dari 200 wisman menjadi 2.000 wisman per hari, sedangkan untuk wisatawan domestik mengalami penurunan kunjungan dari 13.000 wisatawan menjadi 7.000 wisatawan.

Wisatawan domestik menurun seiring masa puasa Ramadan. Saat lebaran diprediksi mulai naik lagi.

Tingkat okupansi hotel di Bali diproyeksikan akan terus meningkat. Terlebih saat ini ada 10 penerbangan internasional yang mendarat langsung ke Bali, beserta pelayanan VoA (Vissa on Arrival) dan pembebasan karantina sehingga wisatawan akan semakin yakin untuk datang ke Pulau Dewata.

Spa resort di Bali. Sektor perhotelan di Bali alami tekanan besar selama pandemi.

4. Berjibaku Pastikan Ketersediaan Listrik Industri Smelter

Pembangunan 25 proyek strategis nasional (PSN) berupa smelter mendorong PT PLN (Persero) mempersiapkan kapasitas memadai demi mendukung pengoperasian puluhan pabrik pemurnian dan pengolahan tersebut.  

Sebagian besar proyek strategis tersebut berada di wilayah timur, mulai dari Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku hingga Nusa Tenggara Timur. Dari 25 PSN, lima di antaranya merupakan smelter bauksit, dua smelter tembaga, 17 smelter nikel dan satu smelter pasir besi dan vanadium.

5. Tantangan Makin Berat, Momentum Emiten Unggas Mengasah Taji

Konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang berkembang pada awal tahun ini, ditambah dengan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan telah membuat harga komoditas terkerek, termasuk bahan baku yang dipakai perusahaan untuk produksi pakan ternak seperti bungkil kedelai dan jagung.

Menghadapi tantangan tersebut, perusahaan secara bertahap telah melakukan penyesuaian harga jual produk. Dia mengatakan kenaikan tidak dilakukan secara signifikan karena mempertimbangkan kondisi konsumen dan harga produk sejenis yang dijual oleh pelaku usaha lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Top 5 News Bisnisindonesia.id
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top