Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAI Comuter Buka Suara Soal Penembakan KRL Tanah Abang—Rangkasbitung

KAI Commuter buka suara soal penelusuran penembakan KRL Tanah Abang—Rangkasbitung.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  13:38 WIB
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mengungkap hasil penelusuran terkait dengan tindakan vandalisme oleh oknum masyarakat yang terjadi pada KRL 2138 relasi Tanah Abang—Rangkasbitung kemarin malam, Rabu (30/3/2022).

Dari hasil penelusuran petugas terkait serta koordinasi yang dilakukan oleh petugas KAI Commuter dengan aparat kewilayahan, tindakan vandalisme diduga berasal dari penembakan senapan angin yang menyebabkan kerusakan pada kaca jendela KRL.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menuturkan bahwa indikasi awal peristiwa tersebut adalah pelemparan. Namun, hasil penelusuran dan pemeriksaan di tempat kejadian menemukan adanya proyektil di dalam KRL 2138, pada sekitar kaca jendela yang terkena tembakan dari senapan angin tersebut.

Atas kejadian tersebut, pihak KAI Commuter terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap pelaku tindakan vandalisme tersebut. Jika merujuk pada aturan yang berlaku, pelaku penembakan bisa terancam pidana penjara paling lama 15 tahun.

"Tindakan vandalisme terhadap kereta api sangat berbahaya dan melanggar hukum, sesuai dengan KUHP Bab VII Pasal 194 ayat 1 mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang, menuliskan barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun," kata Anne dalam siaran pers, Kamis (31/3/2022).

Tidak hanya itu, Pasal 180 UU No.23/2007 tentang Perkeretaapian,juga mengatur hal yang sama terkait dengan aktivitas vandalisme yakni setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian. Pelaku perusakan diancam hukuman pidana penjara 3 tahun hingga 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.

KAI Commuter sangat mengecam atas tindakan-tindakan vandalisme terhadap sarana dan prasarana kereta api. Anne menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah kewilayahan untuk terus mengimbau kepada masyarakat di sekitar jalur rel untuk melakukan pencegahan tindakan vandalisme tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl krl jabodetabek kai commuter
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top