Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stok & Harga Pangan Jelang Lebaran Aman, Bapanas : Minyak Goreng Surplus 663.491 Ton

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto memproyeksikan sembilan komoditas pangan bakal mengalami surplus hingga Mei 2022.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 28 Maret 2022  |  18:09 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi - PT RNI
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi - PT RNI

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan stok hingga harga sembilan komoditas pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri dalam kondisi stabil pada tahun ini.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto memproyeksikan sembilan komoditas pangan bakal mengalami surplus hingga Mei 2022.

“Gula konsumsi itu surplus 544.250 ton diharapkan rencana impor Maret hingga Mei dapat terealisasi dengan baik sebesar 772.912 ton, minyak goreng juga posisinya sampai Mei surplus 663.491 ton,” kata Andriko dalam Webinar Persiapan Ibadah dan Pangan Jelang Ramadan, Senin (28/3/2022).

Selain itu berdasarkan prognosa neraca pangan Januari-Mei 2022 milik Bapanas, stok beras diproyeksikan surplus mencapai 8,75 juta ton, jagung surplus 3,18 juta ton, kedelai surplus 142.307 ton, bawang merah surplus 92.435 ton, bawang putih surplus 104,966 ton, cabai besar surplus 27.957 ton.

Selanjutnya, stok surplus juga terdapat pada komoditas cabai rawit mencapai 40.484 ton, daging sapi sebesar 31.153 ton, daging ayam ras sebesar 357.770 ton, dan telur ayam ras sebesar 98.576 ton.

“Surplus kedelai itu memang ditopang realisasi impor selama Januari Februari sebesar 338.941 ton, harapannya impor Maret hingga Mei berjalan lancar di angka 774.574 ton kalau kita bisa sampai Mei akan surplus,” tuturnya.

Selain Kedelai, Andriko mengatakan, Bapanas tengah mendorong percepatan impor sejumlah komoditas seperti daging sapi, bawang putih dan gula konsumsi kepada para importir. Langkah itu dilakukan seiring dengan minimnya pasokan global dan kenaikan harga energi termasuk pengalaman di pasar dunia.

“Pantauan soal harga relatif stabil, beras Rp10.940, jagung di tingkat produsen Rp4.756, kedelai Rp13.292 ini agak tinggi biasanya Rp10.000 kita harapkan kedelai stok impor itu bisa segera dikeluarkan sementara harga yang lain terpantau common relatif aman,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) melaporkan sebagian besar harga bahan kebutuhan pokok atau Bapok seperti tepung terigu, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, daging sapi hingga cabe rawit masih tertahan tinggi pada pekan ini.

“Pemerintah harus mewaspadai akan adanya kenaikan harga menjelang bulan Ramadan. Jika kita melihat tahun lalu, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti tepung terigu, telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabe rawit,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Ikappi Ahmad Choirul Furqon melalui siaran pers, Sabtu (26/3/2022).

Selain itu, Furqon menggarisbawahi harga minyak goreng curah masih tertahan tinggi di pasar tradisional. Menurut dia, harga minyak goreng curah yang masih tertahan tinggi itu menyulitkan pedagang dan pembeli menjelang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga pangan minyak goreng badan pangan nasional (BPN)
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top