Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakar Maritim Sebut Syarat Direct Call ke Luar Negeri

Pakar maritim menjelaskan syarat yang harus dipenuhi sebelum perusahaan pelayaran nasional membuka direct call ke luar negeri.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  15:43 WIB
Ilustrasi bisnis pelayaran.  - Bisnis.com
Ilustrasi bisnis pelayaran. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya pemerintah untuk mendorong perusahaan pelayaran membuka direct call ke luar negeri dinilai perlu diimbagi dengan sejumlah kondisi.

Pakar Maritim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Saut Gurning, upaya mendorong pelayaran direct call yang semakin banyak merupakan langkah yang baik. Langkah tersebut dapat mengurangi biaya transit yang selama ini menjadi ketergantungan kuat dalam perdagangan Indonesia, begitu juga waktu pelayaran.

"Rute langsung tanpa transit atau biasa dikenal dengan istilah direct call [misalnya] ke China tanpa transhipment call ke Singapura atau Malaysia memang merupakan usaha baik untuk mengurangi biaya transit yang selama ini menjadi variabel ketergantungan yang kuat dalam perdagangan Indonesia," tuturnya, Kamis (17/3/2022).

Saut mengatakan realisasi tersebut dapat terwujud dengan sejumlah prasyarat. Prasyarat paling utama yakni kemampuan kepemilikan kapal dengan frekuensi yang baik dan permintaan kargo yang tinggi.

"Tentu menjadi tantangan bagi perusahaan pelayaran untuk mengeksplorasi hal itu ke dan dari negara-negara penting partner bisnis Indonesia. Dan orientasi asal-tujuan barang untuk ekspor dan impor Indonesia ke China merupakan tuntutan kuat pemilik barang [shipper] Indonesia saat ini," jelasnya.

Hal lain yang menjadi prasyarat adalah kemampuan konsolidasi perusahaan pelayaran. Menurut Saut, bila trafik kontainer menjadi format perdagangan lewat laut, maka kemampuan konsolidasi kontainer termasuk kontainer kosong (empty-container) menjadi tuntutan penting dalam pengoperasian aliran barang dalam konteks logistik maritim, atau proses dari produsen ke penerima dari negara asal ke negara tujuan.

Artinya, harus ada kemampuan koordinasi pelayaran dengan operator logistik berbasis kontainer baik secara domestik dan internasional yang tentu melibatkan proses angkutan darat dari kedua wilayah kaki perdagangan dengan pola multimoda yang juga perlu bersaing.

Saut menegaskan bahwa opsi direct call atau direct shipment akan lebih efisien dibandingkan dengan transhipment (dengan transit) terlebih pada sisi biaya. Apalagi, lanjutnya, jika pengapalan dilakukan dengan ukuran kapal optimum dan berdimensi besar guna memenuhi skala ekonomi, dan margin biaya yang lebih kecil per unit kontainernya.

Selain itu, opsi direct call akan lebih efisien dari segi biaya apabila didukung oleh frekuensi yang baik sesuai dengan kebutuhan pemilik barang dan jika adanya permintaan angkutan kargo yang tinggi ke pelabuhan tujuan pengapalan langsung tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelayaran maritim direct call
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top