Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SKK Migas Bertemu Para Bos Migas, Ini yang Dibahas

SKK Migas bertemu para bos migas atau CEO Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas (KKKS) dalam agenda CEO Forum, Rabu (16/3/2022).
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  12:27 WIB
SKK Migas Bertemu Para Bos Migas, Ini yang Dibahas
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bertemu para CEO Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas (KKKS), untuk memenuhi kebutuhan domestik, dalam agenda CEO Forum, Rabu (16/3/2022).

Perkumpulan CEO migas tersebut dilakukan guna menyikapi dinamika perkembangan industri migas terkini akibat fluktuasi harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh level tertinggi dalam 10 tahun terakhir di atas US$125 per barel.

Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas, menyebutkan, bahwa CEO Forum 2022 ini diharapkan dapat menjadi enabler kolaborasi yang intens antara Kementerian ESDM, SKK Migas dan investor untuk meningkatkan investasi dan aktivitas di hulu migas di Indonesia.

"Event ini menjadi ajang untuk mendiskusikan langkah-langkah mencapai target produksi dan lifting jangka pendek dan jangka panjang dalam menyikapi kenaikan harga minyak dan dinamika global," terang Dwi dalam acara CEO Forum, Rabu (16/3/2022).

Dwi menambahkan, tensi geopolitik di Benua Biru juga mengganggu pasokan harga minyak di pasar global.

"Terlebih dengan kondisi geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang juga mengganggu suplai, sehingga harga minyak dunia sempat menembus angka US$125 per barrel, yang merupakan harga minyak tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Meskipun hari ini berada kembali di bawah US$100 per barel. Harga akan terus berfluktuasi, namun pada tingkat yang tinggi", papar Dwi.

Lebih lanjut, Dwi menyatakan bahwa industri hulu migas harus dapat mengambil momentum harga migas, dengan segera mengambil langkah-langkah untuk mempercepat dan meningkatkan pelaksanaan program kerja tahun 2022 pada khususnya dan investasi di hulu migas pada umumnya.

Dwi menegaskan bahwa migas akan terus berperan dan dibutuhkan dalam pembangunan, terlebih dengan tingginya harga minyak dunia memberikan kontribusi yang optimal bagi penerimaan negara.

Tahun 2021 penerimaan negara dari hulu migas mencapai US$13,67 miliar atau setara Rp 206 triliun dan mencapai 188,8 persen dari target APBN 2021 yang sebesar US$7,28 miliar.

"Namun demikian, perlu juga diketahui bahwa kondisi capaian produksi dan lifting pada 2021, masih di bawah dari target yg ditetapkan dalam APBN 2021 dan Long Term Plan (LTP) Industri Hulu Migas, sehingga perlu adanya program recovery plan. Karena itu, pada 2022 akan menjadi kunci agar target LTP tetap on the right track," pungkas Dwi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak lifting minyak
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top