Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rencana Perluasan Visa on Arrival, Ini Respons Pengusaha Wisata

PT Panorama Sentrawisata Tbk. (PANR) menilai perluasan visa on arrival akan mendukung pemulihan industri pariwisata.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  20:57 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan melakukan perluasan daftar negara yang masuk dalam kategori visa on arrival (VOA).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno sebelumnya menyebutkan akan menambah negara yang dapat mengajukan VOA. Negara tersebut antara lain negara G20 dan negara yang mengirim jumlah wisatawan terbanyak ke Indonesia.

“Oleh karena itu kami mengusulkan penambahan beberapa negara yang alhamdulilah berdasarkan ratas [rapat terbatas] sudah disetujui negara seperti Tiongkok, India, dan negara lainnya akan segera ditambahkan,” papar Sandi pada Weekly Press Briefing, Senin (14/3/2022).

Hal ini menjadi langkah baik sesuai dengan harapan dari para pelaku pariwisata seperti PT Panorama Sentrawisata Tbk. (PANR). PANR melihat dengan dibukanya VOA menjadi prospek cerah pariwisata.

“Kita harapkan mungkin VOA diperluas, jadi jangan hanya 23 negara, tapi lebih luas lagi, karena market Indonesia gak cuma dari 23 negara itu,” kata Sekretaris Perusahaan PANR AB Sadewa, Kamis (17/3/2022).

Melihat dari sudah 23 negara yang diberikan kemudahan, Sadewa yakin kondisi ini menjadi indikator positif kembalinya bisnis inbound untuk pasar wisman.

Sejauh ini adanya kebijakan bebas karantina dan VOA tidak ada kendala yang berarti, hanya saja PANR menyayangkan kebijakan asuransi yang belum selaras dan terkesan ganda. Berdasarkan Surat Edaran (SE) 13 tahun 2022 dan Permenkumham No 34 tahun 2021 diwajibkan untuk memiliki asuransi Covid-19.

“Tamu-tamu kami yang datang walaupun sudah memiliki asuransi yang disyaratkan tetap dipaksa membeli paket asuransi. Hal ini menjadi kendala di lapangan dan kembali membuat harga berlibur di Indonesia menjadi tinggi [tidak kompetitif],” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata panorama sentrawisata visa karantina
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top