Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPS Pastikan Dampak Perang Rusia vs Ukraina Tak Signifikan ke Kinerja Ekspor dan Impor RI

Pada 2021, pangsa ekspor Indonesia ke Rusia hanya sebesar 0,65 persen dari seluruh total ekspor Indonesia pada 2021. Pangsa impor dari Rusia ke Indonesia juga kecil, yaitu hanya 0,64 persen dari total impor sepanjang 2021.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 15 Maret 2022  |  12:56 WIB
BPS Pastikan Dampak Perang Rusia vs Ukraina Tak Signifikan ke Kinerja Ekspor dan Impor RI
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono menyampaikan bahwa perang Rusia dan Ukraina tidak berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor dan impor Indonesia.

Pada 2021, pangsa ekspor Indonesia ke Rusia hanya sebesar 0,65 persen dari seluruh total ekspor Indonesia pada 2021. Pangsa impor dari Rusia ke Indonesia juga kecil, yaitu hanya 0,64 persen dari total impor sepanjang 2021.

Pada Januari dan Februari 2022, pangsa ekspor dari Indonesia ke Rusia mencapai 0,84 persen dan impor dari Rusia sebesar 1 persen pada Januari dan Februari 2022.

Demikian juga dengan Ukraina, di mana pangsa ekspor dari Indonesia ke negara itu hanya 0,18 persen dan impor dari Ukraina sebesar 0,53 persen pada 2021.

Pada Januari dan Februari 2022, pangsa ekspor Indonesia ke Ukraina tercatat sebesar 0,07 persen dan impor dari Ukraina sebesar 0,1 persen.

“Jadi hubungan Indonesia dan Rusia-Ukraina dari ekspor impor, share-nya tidak terlalu besar ke kedua negara tersebut,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (15/3/2022).

Margo menambahkan, komoditas impor terbesar dari Rusia ke Indonesia adalah besi dan baja. Namun, pangsanya hanya 3,74 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan impor besi dan baja dari China yang mencapai 22,95 persen.

“Artinya kita bisa mengimpor atau meningkatkan impor dari negara lain jika impor dari Rusia pada Maret 2022 terjadi gangguan,” jelasnya.

Lebih lanjut, komoditas impor utama dari Ukraina ke Indonesia adalah Serealia. Namun pangsanya juga kecil, hanya 2,16 persen, jika dibandingkan dengan Australia yang mencapai 36,09 persen.

“Jika impor serealia dari Ukraina terganggu kita bisa meningkatkan impor dari negara lain agar pasokan tidak terganggu sehingga ekonomi Indonesia bisa berjalan,” katanya.

Sumber: BPS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor impor Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top