Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina, Pendapatan Indonesia Bisa Nambah Rp111 Triliun?

Pengamat ekonomi memprediksi pendapatan pemerintah Indonesia Bisa bertambah Rp111 Triliun sebagai imbas dari perang Rusia vs Ukraina.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 03 Maret 2022  |  20:16 WIB
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Lonjakan harga komoditas yang tinggi akibat perang Rusia vs Ukraina diperkirakan akan berdampak positif, khususnya pada pendapatan pemerintah Indonesia

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyampaikan bahwa harga minyak mentah dunia Indonesia telah menembus US$100 per barel, melebihi asumsi pada APBN 2022 sebesar US$63 per barel.

Kenaikan harga tersebut, termasuk komoditas lainnya kata Bhima, akan mendorong kenaikan penerimaan negara, baik dalam bentuk pajak maupun pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

“Maka diproyeksikan sepanjang 2022 akan terjadi kenaikan pendapatan negara sebesar Rp111 triliun,” katanya kepada Bisnis, Kamis (3/3/2022).

Namun demikian, Bhima mengatakan selain dampak ke penambahan pendapatan negara, pemerintah juga perlu memperhatikan dampak dari kenaikan harga komoditas ke inflasi domestik.

“Yang lebih urgent bagaimana strategi pemerintah agar harga komoditas tidak berdampak ke inflasi yang berlebihan di dalam negeri,” jelasnya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman menyampaikan bahwa di satu sisi konflik Rusia dan Ukraina akan membawa keuntungan bagi perekonomian domestik.

Konflik tersebuut yang menyebabkan harga minyak dunia meningkat tinggi akan mendorong pendapatan negara dan mendorong kenaikan nilai PDB. Meski demikian, kenaikan harga minyak akan berdampak pada kenaikan harga komoditas lainnya dan mendorong kenaikan inflasi.

Dia menjelaskan, akibat transmisi kenaikan harga minyak, laju inflasi akan meningkat yang mana saat ini harga beberapa komoditas yang bergejolak dan harga bahan pokok sudah mulai menanjak.

"Terutama minyak, gas, dan daging, kemungkinan harga bahan pokok bisa meningkat," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga komoditas pendapatan negara Perang Rusia Ukraina
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top