Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penghiliran Gas Bumi, PGN dan PIM Kembangkan Proyek Blue Ammonia

Blue ammonia merupakan ammonia yang diproses melalui tahapan Carbon Capture Storage (CCS) pada saat produksi H2, sehingga lebih ramah lingkungan. Bahan ini juga mudah ditransportasikan dan dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar powerplant atau sektor transportasi.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 Maret 2022  |  12:23 WIB
Penghiliran Gas Bumi, PGN dan PIM Kembangkan Proyek Blue Ammonia
Ilustrasi: Ammonia Plant - phxequip.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina bersinergi dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dalam penghiliran gas bumi ramah lingkungan menjadi blue ammonia.

Kesepakatan itu ditandai melalui Nota Kesepahaman yang dilakukan antara Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan dan Direktur Utama PIM Budi Santoso Syarif.

“Kami siap berkolaborasi dengan PIM untuk melakukan kajian bersama dalam rangka hilirisasi gas bumi dan pengembangan bisnis berbasis gas [C1] yang ramah lingkungan terutama terkait bisnis blue ammonia,” kata Direktur Strategi & Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan melalui keterangan resmi, Rabu (2/03/2022).

Blue ammonia merupakan ammonia yang diproses melalui tahapan Carbon Capture Storage (CCS) pada saat produksi H2, sehingga lebih ramah lingkungan. Bahan ini juga mudah ditransportasikan dan dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar powerplant atau sektor transportasi.

Upaya ini dinilai sejalan dengan target Indonesia untuk penurunan emisi karbon sampai dengan 29 persen pada 2030 dan menuju net zero emission sebelum tahun 2060.

Heru menerangkan bahwa Pertamina Group bersama PIM, BUMN, dan mitra bisnis lainya berupaya menyusun business plan yang terintegrasi mencakup seluruh potensi bisnis yang ada agar bisa merealisasikan kerja sama melalui pemanfaatan energi dengan tingkat emisi yang lebih rendah.

"Sejalan dengan salah satu isu prioritas dari 3 isu utama KTT G20, termasuk peran gas bumi dalam transisi energi,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda, Budi Santoso Syarif mengatakan bahwa salah satu rencana PIM ke depan adalah mengembangkan blue ammonia di lahan IMIA.

Proyek itu akan menggandeng PGN sebagai penyedia gas bumi dan infrastruktur gas untuk pabrik ammonia baru. PIM akan menyediakan lahan dan utilitas untuk operasional pabrik, serta mengoperasikan pabrik blue ammonia seiring pengalaman panjang perseroan dalam pengoperasian pabrik pupuk.

Dalam prosesnya, karbondioksida (CO2) yang dihasilkan di pabrik ammonia akan di-capture dan di-treatment lebih lanjut dalam bentuk Carbon Capture Storage (CCS) atau Carbon Capture Utilization Unit (CCUS), sehingga ammonia yang diproduksi menjadi blue ammonia.

“CO2 yang dihasilkan akan diinjeksikan ke sumur oil and gas untuk menambah tonase oil recovery.  Dengan menyimpan CO2 di bawah tanah, dapat menjadi enabler untuk peningkatan produksi migas. Hal ini berpotensi meningkatkan profit PGN maupun PIM,” terang Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PGN amoniak
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top