Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pedagang Daging Sapi Batal Mogok Jualan Besok, Ini Alasannya

Para pedagang sapi batal untuk melakukan mogok jualan besok karena pemerintah menjamin rnpasokan sapi ke wilayah Jawa sebanyak 78.000 ekor hingga lebaran mendatang. 
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  13:05 WIB
Pedagang Daging Sapi Batal Mogok Jualan Besok, Ini Alasannya
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Aswani mengatakan pemotong dan pedagang sapi batal untuk melakukan mogok jualan besok.

Rencana mogok jualan ini batal lantaran pemerintah belakangan berkomitmen untuk menjamin pasokan sapi ke wilayah Jawa sebanyak 78.000 ekor hingga lebaran nanti. 

Pasokan sapi yang didatangkan dari 10 provinsi binaan Kementerian Pertanian (Kementan) itu diproyeksikan bakal mampu menahan gejolak harga daging di tengah konsumen di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram hingga lebaran mendatang. 

“Kekurangan sapi ini tidak mungkin kita datangkan dari negara sahabat seperti Australia atau negara lain, pemerintah mencoba memposisikan sentra-sentra produksi bisa dikeluarkan kurang lebih 78 ribu ekor untuk kebutuhan menjelang Ramadhan di Pulau Jawa,” kata Asnawi melalui sambungan telepon, Minggu (27/2/2022). 

Sementara, pasokan daging kerbau dari Perum Bulog mencapai 20.000ton pada awal tahun ini. Belakangan PT Berdikari (Persero) juga melakukan impor sebanyak 5.000ton daging kerbau dari Brazil. 

Jaminan pasokan daging sapi dan kerbau dalam negeri itu belakangan diikuti juga dengan komitmen Kementerian Perdagangan untuk menyesuaikan harga sapi siap potong di tingkat feedloter di kisaran Rp51.000 hingga Rp52.000 per kilogram bobot hidup. 

“Harga karkas itu terendah Rp105.000 di tingkat RTH tertinggi Rp108.000 sebelumnya Rp94.000 artinya kenaikan 15 persen itu tertinggi sampai saat ini stagnan belum ada fluktuasi signifikan,” kata dia. 

Dengan demikian, dia memproyeksikan, hingga lebaran nanti harga daging sapi untuk konsumen dapat ditahan di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Sementara harga daging sapi beku di kisaran RP115.000 hingga Rp120.000 per kilogram dan daging kerbau premium dipatok Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. 

Mengutip informasi dari laman infopangan.jakarta.go.id, Jumat (25/2/2022), harga rata-rata daging sapi murni (Semur) di DKI Jakarta menembus menjadi Rp132.093/kg. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF) Yustinus Sadmoko mengatakan saat ini harga beli sapi bakalan hidup mencapai US$4,20 atau sekitar Rp63.000/kg sementara itu harga jual di kisaran Rp53.000. 

“Jadi kami posisi pengusaha sapi masih tekor. Harga jual sapi itu yang membentuk harga daging di pasaran. Basanya harga daging di pasar kisarannya 2,5—3 kali harga sapi hidup,” katanya, Jumat (25/2/2022). 

Persoalan harga sapi dan daging tersebut, menurutnya menekan para pedagang di dalam negeri. Sebab, tingginya harga daging sapi, membuat daya beli konsumen mengendur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mogok harga daging sapi peternak sapi
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top