Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konflik Rusia vs Ukraina Rawan Guncang Stabilitas Pasar Energi

Moody's menilai bahwa masalah geopolitik Rusia dan Ukraina dapat memengaruhi ekonomi global, terutama di sektor energi.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  18:34 WIB
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA — Moody's Investors Service menilai bahwa eskalasi konflik Rusia dan Ukraina akan berpotensi mengganggu stabilitas pasar energi.

Hal tersebut tercantum dalam Global Macro Outlook 2022—2023 yang dipublikasikan Moody's Investors Service pada Kamis (24/2/2022). Lembaga tersebut menilai bahwa masalah geopolitik Rusia dan Ukraina dapat memengaruhi ekonomi global, terutama di sektor energi.

Dampak yang muncul akan bergantung kepada sektor-sektor yang terdampak secara langsung di kedua negara dan bagaimana negara-negara barat berkoordinasi atas kejadian terkini.

"Eskalasi situasi Rusia-Ukraina menimbulkan risiko terhadap stabilitas pasar energi dan meningkatkan prospek sanksi yang berpotensi lebih berat terhadap Rusia," tertulis dalam laporan tersebut, dikutip Bisnis pada Kamis (24/2/2022).

Moody's Investors Service menilai bahwa secara mendasar, konflik Rusia-Ukraina membuat risiko geopolitik akan terus mendapatkan sorotan pada tahun ini. Di sisi lain, risiko krisis iklim dan kejahatan siber akan terus meningkat.

Dalam skenario optimistis, lembaga itu menilai bahwa risiko geopolitik dapat mereda dengan cepat sehingga pencegahan gejolak di Eropa Timur dapat berjalan baik. Dunia pun dapat kembali fokus menangani pandemi Covid-19, serta risiko krisis iklim dan kejahatan siber.

"Skenario terburuknya, ketidakpuasan sosial meningkat, risiko geopolitik meningkat, risiko dunia maya dan krisis iklim pun meningkat," tertulis dalam laporan itu.

Kondisi geopolitik Eropa Timur terus memanas dalam dua tahun terakhir melalui persaingan Rusia dan China melawan Amerika Serikat dan kekuatan negara-negara barat lainnya. Konflik itu mencapai babak baru saat Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui 'kemerdekaan' dua wilayah di timur Ukraina, yakni Donetsk dan Luhansk.

Moody's Investors Service menilai bahwa konflik Rusia-Ukraina menambah daftar faktor yang dapat memengaruhi perekonomian global, yang di antaranya adalah risiko pemburukan kondisi pandemi Covid-19, gangguan berulang terhadap rantai pasok, kebijakan moneter yang ketat, masalah sektor properti di China, hingga meningkatknya ketidakpuasan masyarakat global.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi rusia ukraina geopolitik
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top