Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMF Apresiasi Kebijakan Indonesia Kurangi Subsidi BBM

Tindakan Indonesia menurut IMF perlu diapresiasi karena sangat sulit bagi negara lain untuk melakukan hal serupa.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  10:47 WIB
IMF Apresiasi Kebijakan Indonesia Kurangi Subsidi BBM
Sejumlah pengemudi kendaraan mengisi BBM di salah satu SPBU yang dikelola Pertamina MOR II Sumbagsel. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — IMF Senior Resident Representative for Indonesia James P. Walsh memuji langkah Indonesia yang sudah mulai mengurangi dan menghilangkan subsidi bahan bakar fosil atau bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut merupakan salah satu strategi Indonesia untuk mengendalikan perubahan iklim, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang polusi terbanyak di dunia.

Menurut James, tindakan yang diambil Indonesia perlu diapresiasi, lantaran sangat sulit bagi negara lain untuk melakukan hal serupa.

"Jadi ini cukup bagus, ini adalah kesuksesan nyata dan sangat sulit bagi negara mana pun untuk menghapus subsidi bahan bakar fosil sehingga Indonesia layak mendapat pujian karena melakukan ini," kata James, dalam Green Economy Outlook 2022 yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia, dikutip Rabu (23/2/2022).

Dia mengatakan, pada akhirnya subsidi harus dikurangi menjadi nol dan Indonesia harus bergerak menuju harga berbasis pasar untuk bahan bakar fosil.

Dengan menggabungkan subsidi akhir dengan harga pasar untuk bahan bakar fosil, idealnya dengan pajak karbon yang memperhitungkan kerusakan yang merugikan lingkungan, menurutnya akan ada lebih banyak investasi dalam energi terbarukan. Selain itu juga akan lebih sedikit emisi gas rumah kaca di Indonesia dan yang terpenting, lebih sedikit penyakit pernapasan di daerah perkotaan, dimana saat ini emisi solar dan bahan bakar minyak sering kali menjadi masalah utama untuk kesehatan masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia memiliki target mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen di 2030 untuk mengendalikan perubahan iklim.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam G20 Finance Track Side Event pada Kamis (17/2/2022) lalu mengungkapkan, ada dua sektor yang berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon di 2030.

Sektor tersebut adalah sektor kehutanan dan sektor energi dan transportasi. Dengan menargetkan kedua sektor tersebut, Febrio optimis target tersebut bisa tercapai di 2030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi bbm energi terbarukan emisi karbon
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top