Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makin Garang, MIND ID Pacu Eksplorasi Produksi Pada 2022

Peningkatan produksi tersebut akan ditempuh dengan aktif mengikuti tender atau lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) maupun Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 16 Februari 2022  |  12:42 WIB
Makin Garang, MIND ID Pacu Eksplorasi Produksi Pada 2022
Kegiatan operasional pertambangan anggota MIND ID. - mind.id

Bisns.com, JAKARTA - BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) bakal meningkatkan pertumbuhan eksplorasi dan produksi secara agresif pada 2022. 

CEO MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa peningkatan produksi tersebut akan ditempuh dengan aktif mengikuti tender atau lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) maupun Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Langkah serupa akan dilakukan pada tambang potensial lainnya di dalam negeri. MIND ID turut membuka peluang akuisisi pada tambang potensial di luar negeri. 

“[Kami] Juga akan menjajaki peluang akuisisi tambang di luar negeri. Juga melakukan kajian life of mine plan PT Freeport Indonesia setelah 2041,” katanya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (16/2/2022). 

Lebih lanjut, holding akan menjajaki penyediaan sumber daya cadangan yang memadai untuk kebutuhan inisiatif strategis hilirisasi. Di sisi lain, kata Prio, pihaknya akan memperkuat monitoring program eksplorasi terintegrasi di MIND ID. 

MIND ID merupakan holding tambang yang membawahi sejumlah perusahaan. PT Antam, Tbk, PT Bukit Asam, Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) serta PT Timah, Tbk. Selain itu, MIND ID juga menguasai 20 persen saham di PT Vale Indonesia, Tbk. 

Hingga September 2021, MIND ID mencatatkan pendapatan Rp63,8 triliun atau naik 34,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya secara year to date (ydt). Holding membukukan laba bersih naik hampir 800 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu menjadi Rp9,82 triliun. 

Selain itu produksi batu bara mengalami peningkatan 18 persen menjadi 22,9 juta ton hingga September 2021 secara ytd. Timah mengalami penurunan produksi 48 persen menjadi 17.900 ton, ferronickel 19.100 ton, emas meningkat 61 persen menjadi 994.000 troy ounce.

Kemudian, produksi tembaga meningkat 76 persen menjadi 957 juta pound, nickel matte turun 14 persen menjadi 48.000 ton. bijih nikel mencapai 8,3 ribu ton, bauksit naik 5 persen mencapai 1,4 juta ton, serta aluminium nak 2 persen menjadi 185.500 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan MIND ID
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top