Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan PHK Massal, Ini Strategi PO Bus Biar Tidak 'Oleng' saat Pandemi

Sejumlah PO bus menuturkan sejumlah strategi agar tidak 'oleng' saat pandemi Covid-19
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 03 Februari 2022  |  18:59 WIB
Bukan PHK Massal, Ini Strategi PO Bus Biar Tidak 'Oleng' saat Pandemi
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai salah satu lini bisnis yang bergerak di bidang angkutan umum penumpang, Perusahaan Otobus (PO) tentu tidak terlepas dari pukulan hebat pandemi Covid-19.

Manajemen harus memutar otak agar mampu bertahan dan tidak 'oleng' di tengah ketidakpastian akibat pandemi. Meski begitu, pemutusan hubungan kerja (PHK) apalagi secara besar-besaran ternyata bukan solusi yang dipilih.

Direktur Utama PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) Kurnia Lesani Adnan mengaku pada awal pandemi masuk ke Indonesia, memang sempat ada pengurangan karyawan. Namun saat ini kondisi tersebut sudah tidak terjadi lagi.

"Di perusahaan angkutan darat ada pengurangan tapi pada saat awal Covid-19 yang lalu. Untuk saat ini sepertinya tidak ada pengurangan lagi karena rata-rata staf managemen tinggal 80 persen dari sebelum pendemi," ujar Sani, sapaan akrabnya, Kamis (3/2/2022).

Pada masa awal pandemi, Sani mengatakan bahwa perusahaannya mengambil kebijakan kerja bergilir mengingat operasional di bawah 50 persen. Selain itu, pihaknya juga menyusaikan gaji para karyawan.

Skema bergilir ini, sambung dia, dilakukan dengan pengaturan masuk 50 persen dan libur 50 persen untuk karyawan yang pekerjaannya non operasional.

"Alhamdulillah mulai September 2021 sudah kembali 80 persen, Desember 2021 sudah kembali 100 persen. Untuk di PO SAN Alhamdulillah kami tidak melakukan PHK, namun ada beberapa pengemudi dan karyawan yang mengundurkan diri namun hanya 8 orang," imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan pemilik PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali. Demi bisa bertahan di tengah ketidakpastian, dia menyebut manajemen bahkan terpaksa mengambil kebijakan menggilir kru yang akan mengemudi.

"Sebenarnya bukan PHK, tapi digilir supaya semua kebagian jatah mengemudi. Tapi jika terlalu lama, ada driver yang pindah ke angkutan logistik atau mencari penghasilan lain," ujarnya.

Anthony bercerita, sebelum pandemi, PO Sumber Alam memiliki sekitar 350 orang kru. Namun saat ini, jumlah yang tersisa hanya separuhnya.

Adapun kebijakan menggilir kru tersebut, lanjut dia, dilakukan sejak awal pandemi masuk ke Tanah Air. Bukan saja pengemudi, skema kerja bergilir juga diberlakukan pada bagian kantor dan mekanik.

"Semuanya kami gilir hingga hanya bekerja 10 hari dalam sebulan. Namun saat ini gilirannya sudah kembali normal karena pengemudinya juga sudah berkurang. Sudah mencapai keseimbangan baru," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bus pandemi corona
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top