Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Peluang Kelapa Sawit Jadi Tanaman Hutan Terlantar, Ini Alasannya

Kelapa sawit dinilai memiliki peluang besar untuk dijadikan dalam kategori tanaman hutan terlantar.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  05:30 WIB
Peluang Kelapa Sawit Jadi Tanaman Hutan Terlantar, Ini Alasannya
Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University Yanto Santosa mengatakan kelapa sawit memiliki peluang yang besar untuk dimasukkan ke dalam kategori tanaman hutan terdegradasi atau hutan terlantar.

Kesimpulan itu tertuang dalam naskah akademik bertajuk Kelapa Sawit Sebagai Tanaman Hutan Terdegradasi yang dikerjakan bersama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Naskah akademik itu rampung pada Januari 2022 yang merupakan hasil tindak lanjut dari focus group discussion atau FGD bertajuk Sawit dan Deforestasi pada 2018.

“Tim dalam drafnya menyimpulkan bahwa sawit prospektif untuk dijadikan salah satu tanaman hutan terdegradasi atau hutan rusak, karena kita punya 14 juta hektare hutan rusak,” kata Yanto, Kamis (27/1/2022).

Kendati demikian, Yanto menambahkan sawit sebagai tanaman hutan terdegradasi itu mesti ditanam berdampingan dengan tanaman unggulan lainnya untuk membentuk keanekaragaman hayati.

“Jangan monokultur karena kalau monokultur bahaya, ada salah pengertian banyak LSM berpikir hutan yang ada akan ditebang lalu diganti sawit, bukan begitu,” kata dia.

Menurut dia, manuver itu bakal berdampak positif pada produktivitas petani rakyat sawit untuk mengoptimalkan kawasan hutan yang rusak. Di sisi lain, sebagian besar perkebunan sawit yang berada di kawasan hutan merupakan milik petani.

Apkasindo melaporkan permasalahan klaim sawit yang berada di kawasan hutan terjadi merata di 22 provinsi di seluruh Indonesia. Malahan, berdasarkan catatan Apkasindo, luas tutupan sawit dalam kawasan hutan milik petani rakyat mencapai 2,78 juta hektare hingga akhir 2021.

Adapun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat luas tutupan sawit yang berada di kawasan hutan secara keseluruhan menyentuh di angka 3,4 juta hektare hingga akhir tahun lalu.

“Implikasinya sederhana, hutan-hutan yang rusak akan cepat tertanam karena rakyat suka dengan sawit, hutan hutan terlantar siapa yang menanam kan tidak ada” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutan kelapa sawit ipb
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top