Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serap 94,4 Persen Anggaran 2021, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Realisasi serapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepanjang 2021 mencapai 94,4 persen dari total pagu anggaran senilai Rp152,1 triliun.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  22:16 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi serapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepanjang 2021 mencapai 94,4 persen dari total pagu anggaran senilai Rp152,1 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya terus berupaya menyelesaikan pembangunan infrastruktur dari Papua hingga Aceh dalam rangka mempertahankan daya saing.

Pembangunan infrastruktur, kata dia, juga dilakukan sebagai penopang bagi sektor riil untuk terus tumbuh pada masa Pandemi Covid-19, termasuk dengan membuka lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat.

“Dari total pagu tersebut terserap 94,4 persen, atau setara Rp143,5 triliun. Realisasi ini lebih tinggi dibanding 2020 yang sebesar 94,1 persen. Anggaran 2021 yang tidak terserap sebesar Rp8,6 triliun, yang terdiri dari sisa dana blokir, sisa lelang, PHLN, SBSN, perjalanan dinas, dan swakelola yang tidak bisa dilaksanakan akibat pandemi Covid-19,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (25/1/2022).

Pagu anggaran 2021 yang terserap secara efektif tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur di bidang PUPR.

Di bidang sumber daya air, Kementerian PUPR berhasil melakukan pembangunan 48 bendungan, di mana sebanyak 13 bendungan telah selesai dan diresmikan. Sementara itu, 34 bendungan lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Pembangunan bendungan tersebut diikuti oleh pembangunan daerah irigasi dan rehabilitasi jaringan irigasi untuk memanfaatkan air tersebut. Pada 2021 Kementerian PUPR juga membangun 22.958 hektare daerah irigasi, dan merehabilitasi 364.510 jaringan irigasi.

Untuk pengendali banjir dan pengaman pantai, Kementerian PUPR berhasil membangun 261 kilometer (km). Selanjutnya Kementerian PUPR membangun 43 embung, lebih tinggi dari target awal, yakni 42 embung.

Kemudian, Kementerian PUPR menyediakan 4,57 meter kubik per detik air baku, lebih tinggi dari target awal sebesar 3,5 meter kubik per detik.

Di bidang jalan dan jembatan pada 2021, Kementerian PUPR membangun 30.136 meter jembatan, lebih tinggi dari target awal 22.065 meter, pembangunan 122,85 km jalan tol, 710 km jalan nasional baru, serta 2.321 meter flyover/underpass.

Di bidang permukiman, Kementerian PUPR berhasil membangun 2.065 liter per detik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), lebih tinggi dari target 2.012 liter per detik.

Selanjutnya, penanganan sampah untuk 1,19 juta kepala keluarga (KK), lebih tinggi dari target 642.224 KK. Ada juga, pengelolaan air limbah untuk 386.813 KK, lebih tinggi dari target 131.342 KK.

Penanganan kawasan kumuh seluas 4.194,99 hektare, delapan kawasan pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu yang merupakan anggaran multiyear yang selesai 2022, lebih tinggi dari target tiga kawasan PLBN.

Kementerian PUPR juga membangun dan rehabilitasi 1.566 unit prasarana dan sarana pendidikan olahraga dan pasar, lebih tinggi dari target 1.431 unit.

Di bidang perumahan, Kementerian PUPR berhasil membangun 3.311 unit rumah khusus, lebih tinggi dari target 2.631 unit. Selanjutnya, 127.091 unit rumah swadaya, lebih tinggi dari target 114.900 unit, 7.024 unit (194 tower) rumah susun, dan 25.765 unit PSU perumahan.

“Dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan di tengah Pandemi Covid-19, Kementerian PUPR terus melanjutkan Program Padat karya Tunai [PKT]. Pada 2022 Kementerian PUPR melakukan 20 kegiatan PKT yang tersebar di 33 provinsi, dan berhasil menyerap 1,8 juta pekerja,” tutur Basuki. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur anggaran Kementerian PUPR
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top