Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LRT Jabodebek Bakal Melaju Tanpa Masinis? Ini Penjelasannya

Ini penjelasan teknologi yang digunakan LRT Jabodebek yang bisa berjalan tanpa masinis atau secara otomatis.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  23:42 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.  - Antara/PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. - Antara/PT KAI

Bisnis.com, JAKARTA - Operasional LRT Jabodebek dipastikan akan menggunakan teknologi grade of automation level 3 atau GoA3. Dengan teknologi ini, rangkaian kereta akan berjalan tanpa masinis atau secara otomatis.

Namun Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengatakan teknologi itu belum akan digunakan sepenuhnya dalam operasional kereta. Nantinya, ada jalur operasi yang dijalankan secara manual.

Dia menuturkan, penggunaan GoA3 secara penuh baru bisa dilakukan bila depo utama yang berlokasi di Bekasi Timur selesai. Dijadwalkan, depo tersebut rampung pada Desember 2022, sedangkan jadwal operasional komersial pada Agustus 2022.

“Depo ini pembebasan lahannya terlambat hingga akhir 2020 sehingga saat beroperasi perdana, [konstruksinya] belum selesai. Kalau pengoperasian kereta dengan sistem ini menunggu depo selesai, tidak jalan-jalan,” ujar Purnomo di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Namun begitu, dia menyebut operasional kereta secara manual hanya akan dilakukan untuk lintasan atau perjalanan menuju depo utama. Sementara untuk tiga jalur utama lainnya, sepenuhnya akan menggunakan sistem GoA3.

“Jadi kami sepakat untuk mengoperasikan GoA3 di seluruh mainline, tapi khusus menuju depo masih manual terkunci. Sistem manual terkunci ini hanya berlaku untuk pemindahan jalur kereta. Kan kalau masuk Depo itu ada alat pemindah jalur. Pemindahan jalur itulah yang pakai manual terkunci. Namun dipastikan aman karena interlocking,” tegasnya.

Sebagai informasi, operasional LRT Jabodebek tanpa masinis atau otomatis ini direncanakan akan diuji coba terbatas pada Juni 2022. Selanjutnya, uji coba akan diteruskan hingga peresmian yang dijadwalkan pada 17 Agustus 2022.

VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Joni Martinus mengatakan LRT Jabodebek akan dioperasikan menggunakan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) dengan GoA level 3 sehingga dapat beroperasi secara otomatis atau tanpa masinis.

Sistem CBTC, lanjutnya, adalah pengoperasian kereta berbasis komunikasi, sehingga sistem dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal secara otomatis serta disupervisi juga secara otomatis dari pusat kendali operasi.

"Sistem operasi GoA 3 pada LRT Jabodebek direncanakan pertama kali diuji coba secara terbatas pada bulan Juni 2022 dan akan terus diujicobakan hingga rencana peresmian LRT Jabodebek pada 17 Agustus 2022," ujar Joni, Senin (13/12/2021).

Joni menuturkan, dengan menggunakan GoA level 3, seluruh operasi kereta dilakukan secara otomatis sehingga mengurangi potensi kecelakaan akibat human error, meningkatkan akurasi jadwal kereta, dan dapat mengoptimalkan jadwal perjalanan.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa operasional LRT Jabodebek tetap mensyaratkan adanya petugas operasional di dalam kereta untuk penanganan kondisi darurat dan pelayanan kepada pelanggan yang disebut sebagai Train Attendant.

"Jika terjadi gangguan sarana atau prasarana, petugas Train Attendant akan mengambil alih pengoperasian kereta secara manual dengan kecepatan terbatas," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

LRT lrt jabodebek
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top