Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp15.000! Ini Penyebabnya

KAI menyebut tarif LRT Jabodebek bakal naik dari Rp12.000 menjadi Rp15.000.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  15:51 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.  - Antara/PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. - Antara/PT KAI

Bisnis.com, JAKARTA - Tarif LRT Jabodebek yang semula direncanakan hanya Rp12.000, bakal naik menjadi Rp15.000 seiring dengan adanya pembengkakan nilai investasi.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Didiek Hartantyo mengatakan nilai investasi awal proyek LRT sebesar Rp29,9 triliun malah membengkak menjadi Rp32,5 triliun. Terjadi pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar Rp2,6 triliun yang diikuti dengan perubahaan struktur pendanaan proyek dan asumsi tarif dasar LRT Jabodebek.

Pergerseran ini terjadi akibat adanya perubahan target Commersial Operation Date (COD) yang semula Juli 2019 mengalami kemunduran pada Agustus 2022 terutama terkait dengan penguasaan lahan di depo di Bekasi Timur dan pandemi Covid-19 dua tahun terakhir.

"Semula COD dijadwalkan Juli 2019 menjadi Agustus 2022 dan total investasi menjadi Rp32,5 triliun sementara tarif semula Rp12.000 maka dalam perhitungan akan menjadi Rp15.000," ujarnya dalam Diskusi Publik Persiapan Operasional LRT Jabodebek, Rabu (19/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Didiek menuturkan bertambahnya biaya pembangunan sebesar Rp2,6 triliun itu akan digunakan untuk meningkatkan biaya pra-operasi, biaya interest during construction (IDC) dan biaya lainnya.

Dana tersebut, lanjutnya, juga tidak bisa ditutup oleh pinjaman bank sesuai klausul dalam kontrak. Alhasil, PT KAI menerima dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,6 triliun pada Desember 2021.

Sementara itu Executive Vice President Divisi LRT Mochamad Purnomosidi mengatakan kemunduran jadwal operasional berpengaruh terhadap jumlah investasi. Setelah dilakukan perhitungan, jumlah tarif yang dimungkinkan berkisar Rp14.000-Rp15.000.

Namun begitu, dia mengaku akan ada tarif promo yang ditawarkan ke pengguna. Sayangnya, Purnomosidi belum bisa memerinci berapa tarif promo yang akan diberikan.

"Tarif [Rp15.000] ini juga sudah disubsidi. Kalau belum disubsidi tarifnya sekitar Rp30.000-an lah," ucapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai LRT
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top