Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tanggulangi Banjir di Bandung Selatan, Ini yang Dikerjakan Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merampungkan pembangunan Kolam Retensi Andir dan empat polder untuk mengurangi risiko banjir di Kawasan Bandung Selatan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  16:25 WIB
Polder Cisangkuy. - Kementerian PUPR
Polder Cisangkuy. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merampungkan pembangunan Kolam Retensi Andir dan empat polder untuk mengurangi risiko banjir di Kawasan Bandung Selatan.

Kolam Retensi dan empat polder tersebut dibangun sebagai tambahan tampungan pengendali banjir. Sebelumnya, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan Terowongan Nanjung, Sodetan Cisangkuy, dan Kolam Retensi Cieunteung.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari Perpres Nomor 15/2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja mengatakan, pembangunan Kolam Retensi Andir dan empat polder menjadi bagian dari proyek penanggulangan banjir Kabupaten Bandung yang sudah direncanakan.

“Selain ini, kami juga telah menyelesaikan Sodetan Cisangkuy, Kolam Retensi Cieunteung, dan beberapa normalisasi anak Sungai Citarum yang lainnya,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (17/1/2022).

Pembangunan Kolam Retensi Andir dan empat polder tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Jawa Barat dalam menanggulangi banjir musiman di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah, Kabupaten Bandung.

“Sejak masa saya kuliah di Bandung pada akhir tahun 1980-an, Kawasan Bandung Selatan seperti Dayeuhkolot, Baleendah, hingga Rancaekek ini sangat padat penduduknya dan langganan digenangi banjir dengan ketinggian lebih dari 1 meter dengan durasi yang cukup lama,” ujarnya.

Dia menuturkan, banjir telah merugikan masyarakat secara sosial dan ekonomi, sehingga wilayah tersebut membutuhkan berbagai infrastruktur pengendali banjir.

Kolam Retensi Andir sendiri dirancang dan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ditjen Sumber Daya Air untuk menampung genangan banjir sebanyak 160.000 meter kubik.

Banjir yang biasa menggenangi wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah nantinya bisa ditampung oleh kolam retensi itu, dan dipompa ke sungai setelah normal.

Kolam Retensi Andir dibangun dengan luas daerah tangkapan air 149 hektare, dilengkapi 3 unit pompa berkapasitas masing-masing 500 liter per detik.

Selain itu juga telah dibangun empat polder, yakni Polder Cipalasari-1 dengan catchment area seluas 22 hektare dan volume tampungan 1.250 meter kubik, dan Polder Cipalasari-2 (catchment area 21 hektare dan volume 1.250 meter kubik).

Kemudian Polder Cijambe (catchment area 137 hektare dan volume 1.250 meter kubik), dan Polder Cisangkuy (catchment area 8 hektare dan volume 450 meter kubik).

Pembangunan Kolam Retensi Andir dan empat polder tersebut dilaksanakan sejak Desember 2020 oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan konsultan supervisi PT Raya Konsult-PT Transka Dharma Konsultan, dengan nilai kontrak konstruksi Rp141 miliar.

“Saya menekankan juga pentingnya perhatian pada aspek estetika. Untuk itu lanskap Kolam Retensi Andir harus dilengkapi dengan tanaman yang indah, rindang dan produktif, seperti pohon pulai, angsana, manggis, durian, mangga, dan lain-lain,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian PUPR juga telah melakukan pembangunan Kolam Retensi Cieunteung dengan luas genangan 4,75 hektare dan volume tampung 190.000 meter kubik.

Tujuan pembangunan kolam retensi yang selesai pada 2018 lalu ini untuk mereduksi banjir seluas 91 hektare atau sekitar 1.250 bangunan/rumah, dan memiliki potensi sebagai area wisata.

Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero)-PT Barata (KSO) dengan nilai kontrak Rp203 miliar.

Selanjutnya juga telah dirampungkan pembangunan Sodetan (Floodway) Cisangkuy. Sodetan Cisangkuy akan mengalirkan debit banjir sebesar 230 meter kubik per detik yang semula bermuara ke Dayeuhkolot menjadi bermuara ke Pameungpeuk, sehingga mengurangi lama genangan dan luas genangan di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, Andir. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sungai citarum banjir bandung selatan Kementerian PUPR
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top