Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Ekspor China Cetak Rekor Berkat Pemulihan Permintaan Global

Surplus perdagangan mencapai US$94,5 miliar untuk bulan Desember 2021, menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan rilis administrasi bea cukai China.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  13:19 WIB
Pekerja berada di depan peti kemas yang ditumpuk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\n
Pekerja berada di depan peti kemas yang ditumpuk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja ekspor China kembali memecahkan rekor pada bulan Desember lalu. Alhasil, surplus perdagangan tahunan Negeri Tirai Bambu ini naik ke level tertinggi baru dan memberikan dukungan bagi ekonomi yang melambat setelah terseret oleh kemerosotan pasar properti dan wabah Covid yang sporadis.

Surplus perdagangan mencapai US$94,5 miliar untuk bulan Desember 2021, menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan rilis administrasi bea cukai China. Angka ini lebih tinggi dari estimasi median US$74 miliar dalam survei ekonom Bloomberg. Untuk setahun penuh, surplus perdagangan China mencapai US$676 miliar.

Ekspor pada bulan Desember sendiri tercatat sebesar US$340,5 miliar, menjadikan total setahun penuh menjadi US$3,36 triliun. Impor China pun tercatat sebesar US$246 miliar pada bulan Desember dan US$2,69 triliun untuk tahun ini.

Data tersebut mengkonfirmasi gambaran yang terlihat sepanjang tahun -- permintaan yang kuat untuk semua jenis barang-barang China karena pabrik-pabrik negara memompa segala sesuatu mulai dari elektronik hingga furnitur taman.

Namun, pertumbuhan perdagangan diperkirakan akan melambat di tahun ini, karena permintaan untuk teknologi kerja dari rumah dan peralatan perawatan kesehatan melambat dan konsumsi bergeser ke layanan ketika seluruh dunia mulai hidup dengan Covid.

Ketergantungan pada produksi China dapat dikurangi jika produksi di tempat-tempat seperti Asia Tenggara pulih. Wabah omicron di China juga mengirimkan kegelisahan atas rantai pasokan, karena produksi dan pengiriman negara itu sebelumnya telah menghadapi gangguan dari langkah-langkah penahanan virus.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor china

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top