Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Akan Gratiskan Vaksin Booster, Ekonom: Terapkan Skala Prioritas

Pemerintah diminta tetap memprioritaskan target vaksinasi booster Covid-19 untuk mengantisipasi alokasi anggaran kesehatan yang relatif rendah
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  21:49 WIB
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes) siap menyuntikkan vaksin dosis ketiga atau booster - Twitter Kemenkes RI
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes) siap menyuntikkan vaksin dosis ketiga atau booster - Twitter Kemenkes RI

Bisnis.com, JAKARTA — Center of Reform on Economics (Core) meminta pemerintah untuk tetap memprioritaskan target vaksinasi booster Covid-19 seiring rencana untuk menggratiskan biayanya bagi seluruh kelompok masyarakat. 

Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal mengatakan langkah itu diambil untuk mengantisipasi alokasi anggaran kesehatan yang relatif rendah sebesar Rp256 triliun atau 9,4 persen dari total belanja negara yaitu Rp2.714,2 triliun. 

“Vaksin booster ini sebaiknya dengan skala prioritas dulu disesuaikan dengan kemampuan anggaran tahun 2022,” kata Faisal melalui sambungan telepon, Senin (10/1/2022). 

Dengan demikian, kata Faisal, pemerintah dapat mengoptimalkan serapan anggaran yang tersedia untuk menekan potensi lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 tahun ini. 

“Harus disandingkan dengan kecukupan anggaran, kalau anggaran tidak mencukupi paling tidak yang prioritas sudah diberikan booster,” tuturnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan bakal menggratiskan program vaksinasi booster atau dosis penguat bagi seluruh lapisan atau kelompok masyarakat. 

Keputusan itu diambil saat Rapat Terbatas Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Negara, Senin (10/1/2022) sore. 

“Sepertinya booster akan berlaku gratis bagi semua, tunggu pengumuman presiden,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kesehatan Charles Honoris melalui pesan WhatsApp kepada Bisnis. 

Hanya saja Charles enggan menerangkan hasil keputusan terkait dengan vaksinasi booster tersebut. Dia mengatakan Jokowi bakal memberikan keterangan pers terkait dengan manuver anyar itu. 

“Tunggu pengumuman presiden deh,” kata dia. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi apbn Vaksin Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top