Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Starbucks di Inggris Hapus Biaya Tambahan untuk Minuman Non-dairy

Operator kedai kopi terbesar di dunia ini telah memperluas menu vegetarian bagi konsumen yang ingin mengkonsumsi minuman yang lebih sehat.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  11:19 WIB
Suasana gerai kopi Starbucks di San Francisco, California, AS, Kamis (22/7/2021) Bloomberg - David Paul Morris
Suasana gerai kopi Starbucks di San Francisco, California, AS, Kamis (22/7/2021) Bloomberg - David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA – Starbucks Corp. tidak akan mengenakan biaya tambahan pada lima minuman non-dairy di seluruh cabang di Inggris mulai 5 Januari 2022.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (29/12/2021), minuman yang dimaksud adalah yang menggunakan almond, kelapa, oat, susu kedelai, atau susu kacang dengan merek Starbucks. Dalam situs resminya, menu tersebut akan dihargai sama dengan yang menggunakan susu sapi.

Sementara itu, pelanggan di Amerika Serikat masih harus membayar lebih untuk menu alternatif dairy yang bervariasi pada setiap negara. Minuman itu dikenai biaya tambahan sebesar 80 sen AS di New York.

Operator kedai kopi terbesar di dunia ini telah memperluas menu vegetarian bagi konsumen yang ingin mengkonsumsi minuman yang lebih sehat.

Saat ini, Starbucks menjual sandwich daging nabati dari Impossible Foods Inc., di AS dan mencoba susu non dairy baru yang dibuat dari NotCo SpA di Chili.

Sementara itu, pasar utama bagi perusahaan di China menjadikan susu gandum sebagai pilihan standar untuk bebagai menu di cabang yang menerapkan konsep hijau di Shanghai.

Starbucks mengkonfirmasi perubahan di Inggris setelah perusahaan yang berbasis di Seattle itu menjadi subjek laporan palsu awal bulan ini tentang penghapusan biaya tambahan untuk susu nabati.

Sebelumnya, juru bicara Starbucks Erin Shane Riley mengatakan dalam email bahwa Business Insider menerbitkan artikel yang didasarkan pada pernyataan dari situs web yang tidak terkait dengan perusahaan. Media yang berbasis di New York itu akhirnya mengoreksi cerita tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

starbucks Vegetarian
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top