Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gratis Ongkir Jadi Magnet Utama Transaksi Harbolnas

Pembebasan biaya pengiriman atau gratis ongkir membuat konsumen memutuskan untuk berbelanja selama Harbolnas.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  16:17 WIB
Ilustrasi belanja online. / istimewa
Ilustrasi belanja online. / istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai transaksi selama festival Harbolnas 12.12 tahun ini naik 56 persen atau sebesar Rp6,5 triliun menjadi Rp18,1 triliun. Riset yang dilakukan NielsenIQ memperlihatkan sejumlah pendorong yang menjadi kunci kenaikan ini.

Director NielsenIQ Rusdy Sumantri memaparkan 80 persen responden menyebutkan bahwa pembebasan biaya pengiriman atau gratis ongkir membuat konsumen memutuskan untuk berbelanja selama Harbolnas, naik 2 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu, 73 persen menyebutkan berminat berbelanja karena adanya diskon atau potongan harga.

“Ada juga kenaikan pada shopping drivers berupa cashback, ini 33 persen jumlahnya. Sebanyak 28 persen mempertimbangkan adanya voucher untuk berbelanja,” kata Rusdy dalam konferensi pers, Rabu (29/12/2021).

Tingginya dorongan promo gratis ongkir dalam aktivitas belanja selama Harbolnas sejalan dengan tren meningkatnya ekspektasi pada biaya pengiriman yang lebih murah.

Rusdy mengatakan rata-rata konsumen di Pulau Jawa mengeluarkan Rp17.000 untuk pengiriman barang atau Rp2.000 lebih rendah daripada tahun lalu. Konsumen di Pulau Jawa juga masih bersedia mengeluarkan biaya pengiriman maksimal Rp26.000 atau lebih tinggi Rp2.000 daripada biaya maksimal pada tahun lalu.

Adapun rata-rata biaya pengiriman yang dikeluarkan konsumen di luar Pulau Jawa mencapai Rp29.000 atau Rp2.000 lebih rendah dibandingkan dengan 2020. Biaya pengiriman maksimal yang masih diterima konsumen berkisar di angka Rp35.000 atau lebih rendah Rp5.000 daripada 2020.

“Kalau kita lihat, konsumen sedikit berespektasi ada ongkos kirim yang lebih murah daripada 2020, sekitar Rp5.000 selisihnya,” katanya.

Riset NielsenIQ juga memperlihatkan bahwa festival Harbolnas mendorong layanan satu hari mulai dari tahap pembayaran sampai selesainya pengiriman.

Sebanyak 4 persen proses transaksi dan pengiriman diselesaikan pada hari yang sama, sementara 10 persen transaksi selesai dengan layanan satu hari.

Mayoritas proses transaksi diselesaikan dalam durasi 2 sampai 3 hari, yakni sebanyak 52 persen. Adapun transaksi yang memakan waktu 4 sampai 5 hari mencapai 21 persen.

Transaksi selama Harbolnas sendiri didominasi oleh aktivitas belanja yang sudah direncanakan alih-alih belanja impulsif. NielsenIQ menyebutkan 86 persen konsumen telah berencana akan berbelanja saat Harbolnas dengan.

Sekitar 59 persen diantaranya menyatakan telah merencanakan dan mengetahui produk apa yang akan dibeli, sementara 27 persen hanya sebatas merencanakan tanpa menentukan jenis barang apa yang akan dibeli.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online harbolnas
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top