Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diresmikan Hari Ini, Hutama Karya Berhasil Rampungkan Bendungan Pertama di Sulawesi Tenggara

Bendungan pertama di Sulawesi Tenggara ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada hari ini, Selasa (28/12). 
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  14:18 WIB
Foto: dok. Hutama Karya
Foto: dok. Hutama Karya

Bisnis.com, SULAWESI TENGGARA Setelah melalui proses pembangunan dengan berbagai tantangan terutama pandemi Covid-19, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berhasil merampungkan proyek pembangunan Bendungan Ladongi yang terletak di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Berkolaborasi dengan PT Bumi Karsa (Bumi Karya), Bendungan pertama di Sulawesi Tenggara ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo hari ini, Selasa (28/12). 

Turut hadir mendampingi Jokowi dalam peresmian ini, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Gubernur

Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto dan Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra. Proyek Pembangunan Bendungan Ladongi yang dikerjakan dalam dua paket yakni paket I pada tahun 2016-2020 dan paket II mulai tahun 2019-2021, kini siap untuk menyuplai air irigasi seluas 3.604 Hektar lahan pertanian di 4 kabupaten wilayah sekitar Kolaka Timur.

Sebelum meresmikan Bendungan Ladongi, Presiden beserta rombongan terlebih dahulu mendayung perahu naga diiringi dengan para altet dayung nasional yang juga menumpangi perahu naga serta perahu lainnya seperti perahu rowing, kayak dan kano, menyisir area bendungan sekitar 15 menit. Jokowi menyampaikan bahwa selain untuk irigasi, kehadiran bendungan ini membawa banyak manfaat.

Foto: dok. Hutama Karya

"Bendungan Ladongi memiliki kapasitas daya tampung sebesar 45,9 juta meter kubik air. Adapun harapannya, fungsi dari Bendungan Ladongi bukan hanya untuk kebutuhan pengairan sawah saja, tetapi juga bendungan ini akan dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dayung dan menjadi objek wisata baru utamanya wisata air," kata Presiden Joko Widodo. 

Sehari sebelum diresmikan yakni pada Senin (27/12), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau langsung proyek Bendungan Ladongi yang telah siap digunakan sekaligus menandatangani tujuh tujuh prasasti selesainya pembangunan infrastruktur strategis di Sulawesi Tenggara, termasuk salah satunya yakni Bendungan Ladongi. Basuki mengatakan bahwa Penandatanganan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas infrastruktur yang sudah selesai dibangun.

“Ketujuh infrastruktur tersebut dibangun sebagai sarana dasar untuk meningkatkan kualitas permukiman, ketahanan pangan, pengendalian banjir, dan peningkatan konektivitas wilayah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyelesaikan pembangunan proyek-proyek strategis di Sultra ini,” ujar Basuki.

Sementara itu Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan bahwa Bendungan Ladongi merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 5 (lima) tahun secara multi years dan didanai oleh APBN.

“Kami telah memulai pembangunan Bendungan Ladongi ini sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 lalu untuk pembangunan tahap I. Meski dalam pembangunan lanjutan yang dimulai pada tahun 2019 sampai dengan 2021 ini dihadapkan dengan pandemi Covid-19, namun atas komitmen dan tetap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan proyek, pembangunan Bendungan Ladongi ini dapat rampung sesuai target,’’ ujar Budi Harto.

Foto: dok. Hutama Karya

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa proyek ini menelan dana hingga Rp 1,14 Triliun. Berkat kinerja baik perusahaan, setelah pembangunan Bendungan Ladongi ini, Hutama Karya kembali dipercaya untuk melanjutkan pembangunan bendungan yang terletak di Konawe, Sulawesi Tenggara yakni Bendungan Ameroro dimana baru dimulai konstruksinya pada 2021 ini. 

Dengan adanya Bendungan Ladongi di Provinsi Sulawesi Tenggara diharapkan akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar yaitu sebagai penyediaan air baku sebesar 120 liter/detik, menyalurkan air saat musim kemarau bagi 37.926 jiwa penduduk guna mencegah terjadinya kekeringan pada areal persawahan sehingga dapat meningkatakan hasil produksi pertanian di daerah tersebut. 

Selain itu, bendungan ini juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar sejak proyek dibangun.

“Kami dari masyarakat sekitar Bendungan Ladongi ini merasa bersyukur dengan adanya proyek ini mudah-mudahan airnya nanti bisa mencukupi semua sawah disini,” ujar Gusti selaku Petani lokal.

Sementara itu seorang Pemilik Toko Kelontong bernama Meta mengaku perekonomiannya terbantu sejak kehadiran Proyek Bendungan Ladongi.

“Kami merasakan langsung manfaat proyek ini, dimana setelah ada proyek, Toko Kelontong saya semakin ramai oleh para pekerja yang berbelanja,” ujarnya.

Foto: dok. Hutama Karya

Hutama Karya berkomitmen untuk terus memberikan deliverable yang baik untuk menjaga kepercayaan owner dan stakeholder atas proyek-proyek yang telah dikerjakan. Hutama karya juga menerapkan sistem Lean Construction yaitu sebuah metode dalam mendesain sistem proyek konstruksi yang dapat mengidentifikasi adanya waste (pemborosan) sehingga segala sesuatu yang tidak menambah nilai (value), dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. 

“Hadirnya Bendungan Ladongi diharapkan akan meningkatkan produktivitas pertanian, fungsi irigasi, dan fungsi pengendalian banjir, tidak hanya itu Bendungan Ladongi juga memiliki manfaat sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) dengan daya 1,3 MW dan juga potensial untuk dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat yang menarik untuk dikunjungi,’’ tutup Budi Harto, Direktur Utama Hutama Karya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur hutama karya
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top