Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan IMF Cemas dengan Pertumbuhan Mata Uang Kripto

Data IMF menunjukkan bahwa nilai pasar kripto per September 2021 telah mencapai US$2 triliun, tumbuh 10 kali lipat dari awal 2020.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 26 Desember 2021  |  15:36 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin - Freepik
Ilustrasi aset kripto Bitcoin - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) memiliki alasan untuk khawatir terhadap perkembangan mata uang kripto atau cryptocurrency yang pertumbuhannya dianggap terlalu cepat.

Data IMF menunjukkan bahwa nilai pasar kripto per September 2021 telah mencapai US$2 triliun, tumbuh 10 kali lipat dari awal 2020.

Kendati demikian, Kepala Divisi Deputi IMF Evan Papageorgiou mengatakan pihaknya menilai orang-orang dan berbagai lembaga keuangan menjual aset tersebut dengan berbagai kekurangan dari sisi operasional, tata kelola, dan praktik risiko.

Oleh karena itu, konsumen dihadapkan dengan risiko besar.

"[Aset kripto] dapat membuka pintu yang tidak diinginkan untuk pencucian uang, serta pendanaan teroris," ungkapnya dikutip dari CNBC pada Jumat (24/12/2021).

Adapun, hal lainnya yang membuat IMF khawatir dengan pertumbuhan mata uang kripto adalah pertama, influencer media sosial.

Regulator keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), telah memperingatkan bahwa influencer di media sosial seringkali dibayar oleh penipu untuk meningkatkan penjualan token mereka dengan cara spekulasi. "Beberapa influencer mempromosikan koin yang ternyata bahkan tidak ada sama sekali," kata Kepala FCA Charles Randell dalam pidatonya pada September.

Salah satu contohnya adalah Kim Kardashian yang memiliki pengikut Instagram sebanyak 200 juta. Dia pernah dibayar oleh penyedia token kripto, ethereummax pada tahun ini.

Kedua, standardisasi yang lemah. Sayangnya, pertumbuhan kripto yang cepat, tidak diimbangi dengan kebijakan yang memadai.

Dengan karakteristik nilai yang volatil, aset kripto bisa menjadi pedang bermata dua bagi investor. Data dari FCA menunjukkan bahwa 2,3 juta warga Inggris memiliki aset kripto.

Sebanyak 12 persen dari mereka membelinya dengan menggunakan kredit dan 12 persen di antaranya meyakini bahwa kepemilikan aset kripto akan dilindingi oleh FCA. Padahal, kenyataannya tidak, seperti diungkapkan FCA.

Selain nilai yang bisa jatuh sewaktu-waktu, investor juga akan dihadapkan dengan kewajiban membayar kembali pinjaman mereka untuk memiliki kripto.

Untuk itu, IMF mengatakan regulator nasional harus memiliki ketentuan yang berlaku secara global dan meningkatkan pengawasan secara lintas batas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imf aset kripto
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top