Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belum Ada Tambahan Kuota FLPP, Pengembang Rumah Sederhana Kesulitan Bayar Bunga

Real Estat Indonesia (REI) menyayangkan tidak adanya kuota tambahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diberikan pada saat masa transisi pengelolaan dari Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  19:39 WIB
Pekerja beraktifitas di proyek pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pekerja beraktifitas di proyek pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Real Estat Indonesia (REI) menyayangkan tidak adanya kuota tambahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diberikan pada saat masa transisi pengelolaan dari Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Ketua REI Paulus Totok Lusida mengatakan, dari peralihan 31 Oktober hingga kini tidak ada penambahan kuota program FLPP. Padahal, REI telah mengusulkan adanya penambahan kuota FLPP sejak pertengahan tahun ini.

“Beberapa bulan lalu, pemerintah bilang akan ada penambahan kuota FLPP di Desember 2021, tapi hingga saat ini masih belum realisasi kuotanya. Pengalihan dari PPDPP ke BP Tapera ini niatnya baik, tetapi dalam penerapannya ini ada mata rantai yang harus ditunggu, sehingga memang tak ada kuota tambahan FLPP,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (22/12/2021).

Menurut Totok, tidak adanya kuota tambahan FLPP di Desember 2021 berdampak kepada pengembang rumah sederhana yang mayoritas usaha kecil dan menengah.

Tidak adanya kuota tambahan untuk FLPP juga berdampak kepada ketiadaan proyek pembangunan rumah sederhana, sehingga kolektabilitas kreditnya meningkat dan berdampak pada kredit berikutnya.

“Desember enggak ada kuota, enggak ada realisasi, yang bangun rumah sederhana 90 persen UMKM. Mereka enggak bisa bayar bunga, kolektibilitas naik, kredit-kredit selanjutnya enggak bisa cair,” katanya.

Dia pun berharap pada Januari mendatang BP Tapera bisa segera langsung menyalurkan FLPP agar bisa menjaga kinerja sektor properti, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap rumah yang masih cukup tinggi.

Pemerintah sendiri memang menjanjikan ada tambahan kuota FLPP hingga akhir tahun. Hanya saja, pengembang perlu bersabar, karena saat ini masih dalam fase transisi.

Untuk diketahui, sepanjang 2022 akan disalurkan Rp23 triliun untuk membiayai KPR FLPP sebanyak 200.000 unit rumah.

Sampai dengan November 2021, penyaluran FLPP telah berhasil direalisasikan sebanyak 178.722 unit. Bahkan, pemerintah telah memberikan tambahan kuota KPR subsidi dengan skema FLPP kepada BTN sebanyak 18.500 unit pada kuartal III/2021.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flpp rumah bersubsidi
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top