Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Logistik Diprediksi Tumbuh Tipis pada 2022, Pebisnis Diminta Waspada

SCI memprediksikan kontribusi sektor logistik terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia terkontraksi sebesar 2,03 persen (yoy).
PT Cipta Krida Bahari, anak usaha PT ABM Investama Tbk., memperluas layanan logistik.
PT Cipta Krida Bahari, anak usaha PT ABM Investama Tbk., memperluas layanan logistik.

Bisnis.com, JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) meminta pelaku usaha mewaspadai sejumlah tantangan seiring dengan proyeksi pertumbuhan tipis sektor ini pada 2022.

Chairman SCI Setijadi mengatakan perusahaan penyedia jasa logistik perlu melakukan perencanaan bisnis yang tepat terkait pertumbuhan tipis sektor logistik pada 2022. Penguatan dan perluasan segmentasi pasar dapat dilakukan terhadap beberapa sektor dan kelompok produk atau komoditas dengan volume dan tingkat pertumbuhan yang baik.

Dia pun memproyeksikan kinerja sektor logistik pada 2022 juga didorong oleh kinerja ekspor-impor yang terus membaik selama 2021. Pada November 2021, tercatat dari data BPS peningkatan nilai ekspor sebesar 49,70 persen (y-on-y) dan peningkatan nilai impor sebesar 52,62 persen (y-o-y).

"Perusahaan penyedia jasa logistik juga perlu mencermati perubahan sosial dan pola bisnis yang mempengaruhi operasional logistik seperti sharing economy, logistics marketplaces, dan omnichannel logistik," ujarnya, Senin (20/12/2021).

Selain itu, berbagai perkembangan teknologi terkait perlu dicermati dan dimanfaatkan seperti big data analytics, artificial intelligence, internet of things, block chain, cloud logistics, serta robotics & automation.

Secara internal, perusahaan perlu meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional dengan peningkatan kapabilitas proses, pemanfaatan teknologi, dan kompetensi SDM.

SCI memprediksikan kontribusi sektor logistik (transportasi dan pergudangan termasuk kurir) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga akhir 2021 senilai Rp676 triliun atau terkontraksi sebesar 2,03 persen (y-o-y).

Setijadi menuturkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga kuartal III/2021, SCI juga memprediksi kontribusi sektor itu pada 2022 senilai Rp699,1 triliun atau tumbuh sebesar 1,08 persen (y-on-y).

Untuk subsektor transportasi, SCI memperkirakan kontribusi terhadap PDB tahun 2021 sebesar Rp 548,8 triliun atau terkontraksi sebesar 1,36 persen (y-on-y) dan pada tahun 2022 sebesar Rp 568,6 triliun atau tumbuh sebesar 1,15 persen (y-on-y).

Sementara untuk subsektor pergudangan, SCI memperkirakan kontribusi terhadap PDB tahun 2021 sebesar Rp127,2 triliun atau terkontraksi sebesar 5,54 persen (y-on-y) dan pada tahun 2022 sebesar Rp 130,4 triliun atau tumbuh sebesar 0,71 persen (y-on-y).

Dia menjelaskan pertumbuhan sektor logistik 2022 akan didorong terutama oleh kinerja sektor industri pengolahan, terutama non-migas, diikuti oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan; sektor perdagangan; sektor konstruksi; serta sektor pertambangan.

Pada 2021, kontributor industri pengolahan non-migas adalah industri makanan dan minuman (sebesar 38,4 persen), diikuti industri kimia dan farmasi (11,4 persen), industri barang logam dan elektronik (8,7 persen), industri alat angkutan (8,4 persen), serta industri tekstil dan pakaian jadi (6,1 persen).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper