Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antrean IPO di Asia: Teh Boba Gong Cha, GoTo hingga LG Energy Solution

Perusahaan ekuitas swasta Amerika Serikat, TA Associates sedang mempertimbangkan opsi strategis bagi portofolionya, teh boba Gong Cha untuk menggelar IPO.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 19 Desember 2021  |  10:53 WIB
Minuman bubble tea dari Gong Cha - Istimewa.
Minuman bubble tea dari Gong Cha - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah perusahaan di Asia dikabarkan akan segera melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Dilansir Bloomberg pada Sabtu (18/12/2021), perusahaan ekuitas swasta Amerika Serikat, TA Associates sedang mempertimbangkan opsi strategis bagi portofolionya, teh boba Gong Cha untuk melakukan penjualan saham perdana atau IPO, menurut sumber anonim.

Perusahaan yang berbasis di Boston bekerja dengan Citigroup Inc., untuk mengidentifikasi jalan terbaik untuk Gong Cha. Adapun nilai bisnisnya bisa mencapai US$600 juta. Sumber tersebut mengatakan penjualan atau IPO paling cepat dilakukan pada tahun depan.

Gong Cha didirikan di Kaohsiung, Taiwan selatan pada 2006. Gong Cha telah mengoperasikan lebih dari 1.300 toko secara global, termasuk di Australia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, AS, dan Indonesia.

TA Associates mengakuisisi Gong Cha dari Unison Capital Inc., pada 2019 dengan nilai yang tidak diungkapkan.

Sementara itu, perusahaan rintisan di bidang kecerdasan buatan atau AI, China SenseTime Group Inc., telah menghimpun sekitar US$500 juta, mengikuti rencana penawaran umum perdana di Hong Kong.

SenseTime sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali pemesanan segera pada Senin. Sebelumnya, perusahaan mengusulkan untuk menawarkan 1,5 miliar saham seharga 3,85-3,99 dolar Hong Kong per saham.

Supermarket dari India, More Retail Pvt., yang didukung oleh Amazon.com Inc., sedang menjajaki rencana penawaran umum perdana senilai US$5 miliar.

More Retail akan bergabung dengan jajaran perusahaan besar lainnya, seperti Life Insurance Corp., (LIC) serta Flipkart Online Services Pvt., perusahaan e-commerce India yang dikendalikan oleh Walmart Inc.

Adapun dari wilayah Asia Tenggara, raksasa GoTo Group telah memilih PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai underwriter untuk merealisasikan rencana IPO lokalnya.

Perusahaan berhasil mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar pada penutupan pertama putaran pra-IPO yang mencakup investor seperti Google dan Fidelity International. Perusahaan tengah mengejar valuasi senilai US$25 miliar hingga US$30 miliar menjelang penawaran umum.

Dilansir Yonhap, produsen baterai terbesar kedua di dunia, LG Energy Solution Ltd., bakal menyertakan modal senilai 12,75 triliun won (US$10,8 miliar) di KOSPI pada tahun depan. Angka tersebut akan menjadi IPO terbesar di Korea Selatan.

Adapun porsi saham yang akan ditawarkan kepada publik mencapai 18,16 persen atau 234 juta saham. Perusahaan induknya, LG Chem Ltd., menjual 8,5 juta saham atau sekitar 4,24 persen kepemilikannya.

Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi di dalam dan luar negeri, seperti pabrik Ochang di Provinsi Chungcheong Utara dan yang ada di Amerika Utara, Eropa dan China.

Perusahaan juga akan menggunakan dana untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan (R&D) pada baterai lithium-ion dan generasi berikutnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia ipo emiten baru

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top