Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gelombang ke-23 Kartu Prakerja Dibuka Tahun Depan, Kuota hingga 4,5 Juta Orang

Untuk penyelenggaran Prakerja tahun depan, pemerintah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp11 triliun. Sistem pelaksanaan Prakerja tahun depan pada semester I masih akan menggunakan sistem semi-bantuan sosial.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  19:01 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menemui alumni Kartu Prakerja yang kini menjalankan bisnis Warkop Digital di Bogor, Jawa Barat - Warkop Digital
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menemui alumni Kartu Prakerja yang kini menjalankan bisnis Warkop Digital di Bogor, Jawa Barat - Warkop Digital

Bisnis.com, JAKARTA - Program Kartu Prakerja 2021 akan resmi ditutup hari ini pada pukul 23.59 WIB, Rabu (15/12/2021). Nantinya, program ini akan dilanjutkan tahun depan pada gelombang pendaftaran ke-23.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pelaksanaan Kartu Prakerja gelombang ke-23 pada 2022 nantinya akan dibahas dalam waktu dekat oleh rapat komite. Rencananya, kuota pendaftaran yang akan dibuka berkisar 3-4,5 juta peserta.

"Jumlah pesertanya nanti sekitar 3 sampai dengan 4,5 juta orang secara total. Pendaftaran tetap melalui www.prakerja.go.id. Tentunya nanti sekitar awal/akhir Februari kita akan umumkan kapan gelombang ke-23 akan dimulai," jelas Airlangga pada konferensi pers, Rabu (15/12/2021).

Untuk penyelenggaran Prakerja tahun depan, pemerintah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp11 triliun. Airlangga juga menyebut sistem pelaksanaan Prakerja tahun depan pada semester I masih akan menggunakan sistem semi-bantuan sosial.

Lalu, pada enam bulan kedua tahun depan atau semester II/2022, pelatihan akan digelar secara hibrida atau daring dan luring. Skema normal akan diterapkan pada penyelenggaraan Prakerja dengan tujuan untuk peningkatan kompetensi dengan bantuan pelatihan dan insentif yang lebih besar.

"[Penyelenggaran] juga didorong untuk pelatihan sejalan dengan critical occupation list [daftar pekerjaan penting/mendesak]," jelas Airlangga.

Program Kartu Prakerja dimulai pada April 2020 saat pandemi Covid-19 pertama kali melanda Indonesia dan dunia. Pada 2020, terdapat 5,5 juta penerima Kartu Prakerja yang berasal dari gelombang 1-11. Total insentif yang telah disalurkan ke peserta adalah sebesar Rp13,36 triliun.

Lalu, pada 2021, jumlah penerima meningkat menjadi 5,9 juta orang yang berasal dari gelombang 12-22. Sebesar 98 persen atau 5,8 juta orang penerima di tahun ini telah menyelesaikan pelatihan, dan 96 persen atau 5,7 juta telah menerima insentif. Total insentif yang disalurkan tahun ini adalah sebesar Rp13,6 triliun.

Airlangga lalu mengklaim efektivitas program terlihat dari hasil berbagai studi dan survey oleh sejumlah lembaga independen. Contohnya, pada Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2021 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan bahwa angkatan kerja yang mengetahui Kartu Prakerja mengalami peningkatan.

"87,2 persen penerima menyatakan pelatihan meningkatkan keterampilan kerja," jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airlangga hartarto kartu prakerja
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top