Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Kilang TPPI Fase 2 Masih Terganjal Pendanaan

Proyek revamping aromatic TPPI terbagi dalam dua fase yakni fase 1 pembangunan Outside Battery Limit (OSBL) yang terdiri atas pembangunan 5 unit tangki untuk maximized produk paraxylene 600.000 ton.
Mohammad Ridwan Effendi
Mohammad Ridwan Effendi - Bisnis.com 03 Desember 2021  |  06:33 WIB
Pertamina EP Cepu telah menyelesaikan tahapan completion yang merupakan proses pemasangan tubing (pipa produksi) beserta seluruh kelengkapannya. Sejauh ini, Proyek JTB yang dioperatori PEPC mencapai 17.391.921 Jam Kerja Selamat. Istimewa -  Pertamina
Pertamina EP Cepu telah menyelesaikan tahapan completion yang merupakan proses pemasangan tubing (pipa produksi) beserta seluruh kelengkapannya. Sejauh ini, Proyek JTB yang dioperatori PEPC mencapai 17.391.921 Jam Kerja Selamat. Istimewa - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Pembangunan proyek revamping kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama fase 2 masih terganjal dengan pendanaan yang masih belum didapatkan.

Sumber Bisnis mengatakan proyek revamping kilang TPPI sebetulnya telah melewati proses feasibility study (FS), tetapi proyek itu masih terganjal pada tahapan final investment decision (FID) karena belum adanya pendanaan dari sumber pinjaman.

Dalam revamping kilang itu, sumber Bisnis menyebut pendanaan yang digunakan bersumber dari hasil usaha TPPI, Pertamina dan sumber pendanaan dari pinjaman eksternal.

“Saat ini proyek itu masih menunggu pinjaman masuk yang akan digunakan untuk tahapan procurement dan construction,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (2/12/2021).

Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan proyek revamping aromatic TPPI terbagi dalam dua fase yakni fase 1 pembangunan Outside Battery Limit (OSBL) yang terdiri atas pembangunan 5 unit tangki untuk maximized produk paraxylene 600.000 ton.

Sementara itu, pengerjaan pada fase 2 upgrading Inside Battery Limit (ISBL) unit proses untuk meningkatkan kapasitas dari 600.000 ton per tahun ke 780.000 ton per tahun yang akan selesai pada medio 2023.

"Untuk serapan investasi berkisar US$238 juta. Tanpa partner," ujar Ifky kepada Bisnis, Kamis (2/12/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas Trans Pacific Petrochemichal Indotama
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top