Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi November Catatkan Level tertinggi Sepanjang 2021, Daya Beli Masyarakat Pulih?

Tingkat inflasi secara bulanan maupun secara tahunan ini merupakan yang tertinggi sepanjang 2021.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  11:55 WIB
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). -  ANTARA / Sigid Kurniawan
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). - ANTARA / Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2021 mengalam inflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Secara tahunan, tingkat inflasi pada periode tersebut tercatat mencapai 1,75 persen (year-on-year/yoy). Sementara, secara tahun kalender inflasi mencapai 1,30 persen (year-to-date/ytd).

Kepala Badan Pusat Statistk Margo Yuwono mengatakan tingkat inflasi secara bulanan maupun secara tahunan ini merupakan yang tertinggi sepanjang 2021.

“Perkembangan inflasi secara bulanan terjadi inflasi 0,37 persen. Selama 2021, ini merupakan inflasi yang tertinggi. Sementara, secara tahunan inflasi pada November tercatat 1,75 persen, ini juga tertnggi sepanjang 2021,” katanya.

Margo menjelaskan, peningkatan inflasi pada periode laporan didorong oleh permintaan yang meningkat seiring dengan semakin baiknya mobilitas masyarakat.

"Inflasi naik Itu tanda-tanda pemulihan ekonomi pada umumnya," tegasnya

Hal ini tercermin dari kenaikan harga minyak goreng, telur ayam ras, dan tarif angkutan udara, yang memberikan andil tertinggi terhadap inflasi, masing-masingnya sebesar 0,08 persen, 0,06 persen, dan 0,05 persen.

“Jika bicara kenaikan inflasi, berarti antara supply dan demand, lebih tinggi demand-nya sehingga terjadi kenaikan harga. Jadi bisa disimpulkan faktor permintaan lebih dominan yang mempengaruhi inflasi pada November 2021,” jelas Margo.

Adapun, dari 90 kota pantauan BPS, 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota deflasi. Inflasi tertnggi terjadi di Sintang sebesar 2,01 persen.

Berdasarkan komponen pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan inflasi tertinggi, sebesar 0,84 persen, dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,21 persen.

Penyumbang inflasi tertinggi lainnya, adalah kelompok transportasi, sebesar 0,51 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,06 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi BPS daya beli
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top