Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Bisnis F&B Meningkat, Paramount Land Hadirkan Manhattan District

Manhattan District merupakan kawasan integrated commercial berskala regional seluas 22 hektare yang akan menjadi salah satu destinasi baru di Gading Serpong untuk bekerja, meeting, berwisata kuliner, dan berekreasi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  21:50 WIB
Paramount Land - Ilustrasi
Paramount Land - Ilustrasi

Bisnis com, JAKARTA - Paramount Land akan menghadirkan area komersial baru Manhattan District, kawasan integrated commercial berskala regional seluas 22 hektare di Gading Serpong

Direktur Marketing & Sales Paramount Land M. Nawawi mengatakan salah satu hal yang menandai kemajuan sebuah kota mandiri adalah pertumbuhan bisnis di kota tersebut, salah satu yang utama adalah bisnis kuliner.

Seperti di Kota Gading Serpong, di mana bisnis kuliner telah menjadi salah satu daya tarik utama kota ini berkat kehadiran beragam jenis usaha kuliner dan resto yang menawarkan makanan khas dari semua daerah di Indonesia, franchise, hingga makanan internasional lainnya.

“Gading Serpong telah berkembang menjadi sebuah kota mandiri dengan populasi mencapai 120.000 jiwa, dengan segala keberagaman selera dan kebutuhan setiap individu. Menjawab kebutuhan ini, kami menghadirkan fasilitas yang mampu menampung gaya hidup dan kebutuhan masa kini sesuai dengan selera masyarakat yang beragam,” ujarnya, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, wilayah Gading Serpong dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun mendatang akan menjadi new economic hub. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Paramount Land terdapat 200 outlet coffee shop di Gading Serpong

"Makanan tematik berupa chinese food, korean, dan japanese food ada semua di sini. Keinginan untuk menciptakan area yang dinamakan episentrum ini optimis akan terjadi," katanya.

Nantinya Manhattan District seluas 22 hektare ini tak semua menjadi wilayah food and beverage (FnB). Namun juga terdapat business loft dimana akan ada kantor di area ini.

"Walk of fame adalah sebuah tempat anak muda dimana mereka berkumpul untuk foto2, meeting, dan bersantai sehingga mereka juga memerlukan makan dan minum. Jadi di Manhattan ini ada tempat makan, kantor, ada tempat usahanya dan lain-lainnya. Di tengah area ini ada public area untuk orang berkumpul dimana menciptakan traffic untuk orang berkumpul. Sesungguhnya Manhattan District ini adalah sebuah kawasan yang besar didalamnya terdapat banyak opsi," tutur Nawawi.

Direktor Paramount Land Aryo Tri Ananto menambahkan Paramount Land menghadirkan Manhattan District, kawasan integrated commercial berskala regional seluas 22 hektare yang akan menjadi salah satu destinasi baru di Gading Serpong untuk bekerja, meeting, berwisata kuliner, dan berekreasi.

Manhattan District akan menjadi area yang vibrant dan full ofexperience, di mana area ini akan terbagi menjadi beberapa thematic space, mulai dari community space, meeting point, event space,green park, public entertainment, businessloft, world of fame, dan lainnya.

“Manhattan District dirancang dengan konsep yang kuat, terdiri dari area indoor dan outdoor yang menunjang kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, serta menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Keberagaman usaha yang ditawarkan di sini membuat Manhattan District cocok bagi pengusaha start-up yang barumembangun bisnis, hingga pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya,” ucapnya.

Senior Director Office Services Colliers Indonesia Bagus Adikusumo berpendapat kondisi bisnis properti sudah ada tanda-tanda kebangkitan. Terlebih saat ini pandemi ini sudah terkendali sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi naik.

"Purchasing power akan meningkat sehingga penjualan perumahan, apartemen juga akan meningkat," katanya.

Saat ini bisnis kuliner atau F&B mulai menunjukkan peningkatan setelah terkoreksi selama 2 tahun belakangan ini. Oleh karena itu, bisnis properti komersial khususnya ruko untuk kuliner akan diyakini mengalami kenaikan minat.

"Hal ini dikarenakan banyak pelaku bisnis kuliner yang beradaptasi dengan teknologi, di mana hal ini membawa perubahan besar bagi bisnis kuliner di masa mendatang. Selain menghadirkan area dine-in yang nyaman, pelaku bisnis kuliner juga harus siap dengan servis online dan delivery order," tuturnya.

Menurutnya, saat ini Gading Serpong merupakan kota mandiri yang sudah menjadi new-economichub yang ramai di Tangerang, dengan infrastruktur yang memadai dan aksesibilitas yang tinggi, serta dikembangkan oleh developer yang sudah berpengalaman dalam mengembangkan Kota Gading Serpong.

"Kehadiran Manhattan District akan menjadi pusat perekonomian baru yang melengkapi segala fasilitas di Gading Serpong, yang dapat memenuhi kebutuhan setiap lapisan masyarakat," ucapnya.

Dia menuturkan tren saat ini untuk berbisnis kuliner yakni mencari kenyamanan dan kemudahan untuk para pengunjung agar musab parkir dengan tempat parkirnya yang tidak terlalu sempit.

Selain itu, tren lokasi yang memiliki ruang terbuka dan tertutup masih menjadi kebutuhan karena saat ini masih pandemi.

"Ke depannya juga kemungkinan masih akan tren karena anak muda sekarang menyukai konsep outdoor. Variasi makanan juga menjadi salah satu faktor sehingga pengunjung tidak bosan. Area 22 hektar ini juga harus ada inovasi suatu acara," terang Bagus.

Keseriusan Paramount Land dalam menghadirkan anchor tenant untuk menciptakan pasar yang kuat di Manhattan District, ditandai salah satunya dengan menghadirkan beberapa brand kuliner berskala nasional, seperti Lu’miere Indonesia.

Lu’miere Indonesia Brand Director Larry Satrio menuturkan dengan konsep dine-in dan online yang berbeda dengan cabang utama di Pondok Indah.

"Kami percaya kehadiran Lu’miere di Manhattan District akan memberikan pengalaman baru bagi pelanggan lama maupun baru yang ingin menikmati produk kami. Lu’Miere menerima tingginya permintaan darikonsumen dimana 30% dari konsumen kita berasal dari wilayah Gading Serpong," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Paramount Land
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top