Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Covid-19 Landai, Industri Alkes Tahun Depan Masih Seksi

Meski terjadi penurunan permintaan alat terkait Covid-19, layanan kesehatan lainnya sudah mulai banyak diakses oleh masyarakat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 30 November 2021  |  19:25 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). /Antara Foto-Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). /Antara Foto-Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah tren penurunan kasus Covid-19 di dalam negeri, industri alat kesehatan diyakini masih akan bertumbuh. Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) memproyeksikan pertumbuhan industri alkes dapat mencapai 10 persen pada tahun depan.

"Perkiraan pertumbuhan sekitar 10 persen [tahun depan]," kata Sekretaris Jenderal Gakeslab Randy Teguh kepada Bisnis belum lama ini.

Randy mengatakan meski terjadi penurunan permintaan alat terkait Covid-19, layanan kesehatan lainnya sudah mulai banyak diakses oleh masyarakat.

"Rumah sakit sudah mulai ramai untuk memeriksakan kasus-kasus lain, misalnya jantung, diabetes, mulai meningkat lagi. Operasi-operasi yang terkait kasus non Covid sudah mulai ramai kembali," jelasnya.

Dia optimistis meski terjadi tren penurunan kasus Covid-19, subsektor industri kesehatan yang tidak terkait infeksi akan bertumbuh, seiring pula dengan perkembangan teknologi perawatan, seperti telemedicine dan telekonsultasi.

Menurutnya, secara organik, industri kesehatan secara umum termasuk farmasi, obat-obatan dan alat kesehatan akan bertumbuh mengikuti pertambahan jumlah penduduk dan perubahan pola dan gaya hidup masyarakat.

"Kalau dilihat dari gaya hidup yang berubah-ubah, macam-macam penyakit yang terkait pola gaya hidup juga akan bertumbuh, dan sekarang ditambah lagi penyakit-penyakit infeksi. Memang selalu akan ada keseimbangan," katanya.

Adapun selama pandemi saja, terdapat lonjakan jumlah industri alat kesehatan dari sebelumnya sekitar 300 menjadi lebih dari 800 perusahaan.

Sementara itu, prospek industri alat kesehatan juga terlihat dari segi investasi. Sekitar 32 perusahaan akan menggelontorkan investasi senilai Rp1,7 triliun dalam dua tahun ke depan pada sektor alat kesehatan di Indonesia. Dari jumlah tersebut 8 diantaranya merupakan pemain global.

Meski belum dapat menyebutkan daftar nama pemain asing yang akan berinvestasi di industri alkes dalam negeri, Randy mengatakan nilanya cukup besar sekitar 40 persen dari total Rp1,7 triliun. Adapun 60 persen sisanya disumbang oleh penanaman modal dalam negeri dari 24 perusahaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur alat kesehatan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top