Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BPS Umumkan 3 Data Ekonomi Penting. Ini Tautan Live Streaming Rilisnya

Selain perkembangan ekspor dan impor, BPS juga akan mengumumkan perkembangan upah buruh Oktober 2021 dan Indeks Pembangunan Manusia 2021.
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020)./ ANTARA - M Risyal Hidayat
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020)./ ANTARA - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data ekspor dan impor Oktober 2021 pada pukul 11.00 WIB pada hari ini, Senin (15/11/2021).

Selain itu, BPS juga akan mengumumkan perkembangan upah buruh Oktober 2021 dan Indeks Pembangunan Manusia 2021.

Angka-angka tersebut akan dirilis langsung oleh Kepala BPS Margo Yuwono secara Live Streaming yang dapat disaksikan di Youtube BPS (BPS Statistics) atau pada tautan berikut http://s.bps.go.id/rilisbps2021.

Terkait dengan ekspor dan impor, sejumlah ekonom melihat potensi kenaikan impor. Namun, posisi neraca perdagangan surplus terbuka lebar seiring dengan kenaikan harga komoditas seperti minyak, batu bara dan CPO.

Direktur Eksekutif Center of Law and Economic Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira memperkirakan surplus neraca dagang Oktober 2021 akan turun ke kisaran US$3,9 miliar sampai dengan US$4 miliar, dari capaian bulan sebelumnya sebesar US$4,37 miliar.

Bhima menyebut faktor utama dari penurunan perolehan surplus neraca dagang berasal dari rendahnya kinerja ekspor non-migas.

"Faktor utama penurunan berasal dari rendahnya kinerja ekspor nonmigas. Koreksi harga komoditas batu bara mencapai minus 37 persen dibanding bulan sebelumnya, kemudian aluminium -12 persen persen dan CPO minus -1,7 persen mtm," katanya kepada Bisnis, Minggu (14/11/2021).

Selain itu, disrupsi logistik turut memengaruhi kinerja ekspor pada Oktober 2021. Hambatan dalam bentuk kelangkaan kontainer dan pekerja di pelabuhan internasional yang belum optimal berdampak pada penurunan kinerja ekspor.

Pada saat yang sama, Bhima mengatakan hal ini bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk tidak terlalu mengandalkan komoditas mentah dan olahan primer. Adanya supercycle commodity tidak akan berdampak positif jika tidak disertai oleh kesiapan logistik.

Di sisi lain, pulihnya permintaan domestik sejalan dengan pelonggaran PPKM telah memicu kenaikan impor. Hal ini turut berkontribusi terhadap penurunan surplus neraca dagang Oktober 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper