Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal III/2021, Ekonomi Malaysia Terkontraksi 4,5 Persen

Ekonomi Malaysia terkontraksi hingga minus 4,5 persen pada kuartal III/2021. Ini pemicunya!
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 12 November 2021  |  15:31 WIB
Suasana sepi di sekitar Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (1/6/2021). Malaysia meluncurkan paket US9,7miliar untuk membantu orang dan perusahaan saat lockdown nasional selama dua minggu yang dimulai hari ini. Bloomberg - Samsul Said
Suasana sepi di sekitar Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (1/6/2021). Malaysia meluncurkan paket US9,7miliar untuk membantu orang dan perusahaan saat lockdown nasional selama dua minggu yang dimulai hari ini. Bloomberg - Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi Malaysia mengalami kontraksi hingga minus 4,5 persen pada kuartal III/2021. Capaian tersebut menurun jauh jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 yang tercatat mencapai 16,1 persen.

Bank Negara Malaysia (BNM) menyampaikan, penurunan tersebut disebabkan oleh terbatasnya implementasi kebijakan restriksi ketat yang disebabkan oleh naiknya kasus Covid-19.

Dari sisi penawaran, BNM menyatakan seluruh sektor ekonomi mengalami kontraksi. Penurunan terbesar terjadi pada sektor konstruksi dikarenakan terbatasnya kapasitas operasi.

Di sisi pengeluaran, permintaan domestik turun sebesar 4,1 persen, terutama dipicu oleh kontraksi konsumsi swasta dan aktivitas investasi, sementara peningkatan belanja konsumsi sektor publik terus berlanjut sehingga menopang pertumbuhan.

“Pelonggaran langkah-langkah penahanan secara progresif dan perbaikan berkelanjutan di pasar tenaga kerja akan menjadi kunci untuk mendukung pemulihan ke depan,” kata Gubernur Datuk Nor Shamsiah dalam siaran pers, Jumat (12/11/2021).

BNM memperkirakan ekonomi Malaysia akan tumbuh pada kisaran 3 hingga 4 persen pada 2021.

Pertumbuhan tersebut akan didukung oleh peningkatan kegiatan ekonomi, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di tengah pelonggaran kebijakan restriksi ketat, serta didukung oleh kebijakan yang berkelanjutan.

Dia menambahkan, permintaan global yang menguat juga akan terus mendukung pertumbuhan ekspor.

“Berbagai pelonggaran pembatasan bagi individu yang divaksinasi lengkap, termasuk perjalanan antarnegara bagian juga akan memacu kegiatan terkait pariwisata,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia pertumbuhan ekonomi global Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top