Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakar Apresiasi Inisiatif Pengusaha Salurkan Minyak Goreng Murah 11 Juta Liter

Minyak goreng murah yang disalurkan pengusaha 11 juta liter dapat membantu 12 persen dari kebutuhan masyarakat berpendapatan rendah per bulan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 12 November 2021  |  20:12 WIB
/Antara
/Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pakar Agribisnis dari IPB University Bayu Krisnamurthi menilai positif inisiatif minyak goreng murah yang dimulai oleh gabungan produsen minyak goreng bekerjasama dengan pelaku usaha ritel modern.

Bayu mengatakan program itu dapat membantu 12 persen dari kebutuhan masyarakat berpendapatan rendah per bulan.

“Kenaikan harga minyak goreng akan memberatkan kelompok masyarakat berpendapatan rendah, yang konsumsinya sekitar 1 juta ton itu. Anggap saja, konsumsi per bulan sama, atau rata-rata 90 ribuan ton per bulan,” kata Bayu melalui pesan WhatsApp, Jumat (12/11/2021).

Bayu menerangkan, konsumsi minyak goreng di Indonesia mencapai 8 juta ton setiap tahunnya. Adapun, kebutuhan rumah tangga mencapai 2,5 juta ton. Sementara, konsumsi untuk jenis minyak premium dan kualitas tinggi mencapai 1,5 juta ton.

“Jadi yang curah atau nonkemasan ditambah dengan brand yang menyasar masyarakat pendapatan rendah kira-kira sekitar 1 juta ton,” kata dia.

Dengan demikian, inisiatif itu perlu untuk dilanjutkan seiring dengan siklus komoditas minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar internasional. Di sisi lain, pemerintah perlu untuk memperhatikan sejumlah industri yang bertopang pada minyak goreng sebagai bahan baku produksi mereka.

“Perlu dilihat berapa besar kontribusi biaya minyak goreng pada industri-industri dan bisnis tersebut,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, produsen minyak goreng dalam negeri bekerja sama dengan pelaku usaha ritel modern mengalokasikan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp14.000 menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Adapun volume alokasi minyak goreng murah itu mencapai 11 juta liter yang didistribusikan ke setiap gerai ritel modern secara nasional.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan langkah itu diambil untuk menekan harga minyak goreng yang ikut terkerek akibat siklus komoditas minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar dunia.

“Melihat kenaikan harga yang demikian tinggi maka diusahakan jangan sampai Rp20.000 per liter, sebagai referensi dipakailah minyak goreng kemasan sederhana itu,” kata Sahat melalui sambungan telepon, Jumat (12/11/2021).

Adapun inisiatif minyak goreng murah itu dikerjakan oleh GIMNI bersama dengan Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI). Dua asosiasi produsen minyak goreng itu menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) untuk memastikan distribusi minyak goreng yang dipatok seharga Rp14.000 di gerai ritel modern.

“Supaya tidak terjadi spekulasi di pasar tradisional makanya kita melalui ritel ada Aprindo yang menjamin bahwa harga tidak akan dinaikan di atas Rp14.000,” kata dia.

Rencananya, program minyak goreng murah itu bakal berlanjut hingga komoditas strategis tersebut kembali normal seusai siklus komoditas CPO. Adapun, GIMNI memproyeksikan siklus komoditas CPO itu bakal berakhir setelah Semester II tahun 2022.

“Kami akan terus melihat pergerakan harga, kalau harga CPO cost, insurance dan freight (CIF) Rotterdam masih di angka US$1.500 kita masih akan tetap jalan, target kita sampai di kisaran harga US$1.100 lah, menurut perhitungan kami setelah semester II 2022,” kata dia.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan per 11 November 2021, harga eceran nasional untuk minyak goreng curah sudah berada di posisi Rp16.500 per liter atau naik mencapai 14,58 persen dari bulan lalu. Di sisi lain, harga minyak goreng kemasan naik sebesar 10,91 persen menjadi Rp18.300 per liter dari pencatatan bulan lalu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipb minyak goreng
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top