Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Besi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dicuri, KCIC: Konstruksi Utama Aman!

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan konstruksi utama proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) tetap aman meskipun telah terjadi pencurian 118 ton besi proyek di DK0+600 Halim, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 09 November 2021  |  18:29 WIB
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan konstruksi utama proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) tetap aman meskipun telah terjadi pencurian 118 ton besi proyek di DK0+600 Halim, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya mengatakan bahwa besi-besi yang dicuri bukanlah bagian dari komponen konstruksi utama lintasan KCJB, melainkan hanya besi untuk kebutuhan temporary support.

“Konstruksi utama KCJB aman. Besi-besi yang dicuri hanya untuk keperluan temporary support, seperti H-beam, scaffolding, dan sebagainya. Bukan besi tulangan yang dipakai pada konstruksi lintasan atau stasiun,” ujarnya, Selasa (9/11/2021).

Saat ini, lanjutnya, KCIC sudah meningkatkan keamanan di seluruh area tersebut, termasuk bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan tokoh masyarakat setempat.

Bukan itu saja, pihaknya juga menambahkan pos penjagaan, serta CCTV, khususnya di lokasi yang rawan pencurian. Lalu, pagar pembatas pun ditinggikan dan ditingkatkan kekuatannya agar tidak mudah dijebol.

Tak berhenti di situ, Mirza mengaku, ada pula peningkatan mobilisasi sumber daya untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan berkala terhadap material dan peralatan bantu, serta melakukan review dan monitoring secara lebih intens.

“Seluruh pihak proyek KCJB terus meningkatkan pengamanan yang maksimal atas aset-aset di proyek KCJB, terutama di titik rawan sehingga kejadian serupa tidak terulang. Kami juga bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan tokoh masyarakat setempat,” tegasnya.

Sementara itu, Polisi menyebutkan bahwa komplotan maling yang mencuri besi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung itu sudah melakukan aksi mereka dalam 6 bulan terakhir.

Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Erwin Kurniawan menyebut, komplotan pencuri itu sudah berhasil menjual 111.081 kilogram besi, dan kerugian mencapai Rp1 miliar lebih.

Pencurian terhadap besi-besi untuk kebutuhan temporary support itu dilakukan para pelaku pada dini hari dengan cara membobol pagar pembatas di kawasan konstruksi.

Sejauh ini, polisi menangkap lima anggota komplotan maling yang mencuri besi proyek tersebut. Lima tersangka pelaku itu, antara lain SA, SU, AR, LR, dan DR. Sementara itu, tujuh orang tersangka lainnya, yakni GN, FR, G, IB, RM, DR, dan HA masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Adapun, barang bukti yang disita polisi berupa satu mobil pikap, enam buah besi besar, dan lima buah besi kecil.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencurian Kereta Cepat
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top