Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan BMW Melonjak 50 Persen pada Kuartal III/2021

Dibandingkan dengan produsen mobil lainnya, BMW mampu mengatasi gejolak dari kelangkaan chip dengan lebih baik.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 03 November 2021  |  23:00 WIB
Mobil listrik BMW i4.  - BMW
Mobil listrik BMW i4. - BMW

Bisnis.com, JAKARTA - Pendapatan BMW AG melonjak hingga 50 persen, melampaui ekspektasi yang didongkrak dari penjualan model SUV meskipun perusahaan juga terdampak pasokan chip yang langka.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (3/11/2021), perusahaan menyatakan bahwa pendapatan grup sebelum pajak mencapai 2,9 miliar euro (US$3,4 miliar) pada kuartal III/2021. Namun, kelangkaan pasokan chip yang telah menghambat seluruh industri akan tetap menjadi masalah setelah tahun ini.

"Bisnis selama tahun keuangan berjalan hingga saat ini telah diuntungkan secara substansial dari situasi pasar yang stabil dan permintaan yang terus meningkat," kata Chief Financial Officer Nicolas Peter dalam pernyataannya.

Sejauh ini, dibandingkan dengan produsen mobil lainnya, BMW mampu mengatasi gejolak dari kelangkaan chip dengan lebih baik. Perusahaan mengimbanginya dengan menjual produk dengan harga yang lebih tinggi dan berkonsentrasi pada model kendaraan yang paling menguntungkan.

Analis Bloomberg Intelligence untuk otomotif Michael Dean mengatakan capaian kali ini lebih baik dari diperkirakan dengan 7,8 persen Ebit margin. Dia meyakini perusahaan berpotensi mencapai pertumbuhan hingga 8 - 10 persen pada kuartal IV/2022.

"BMW telah mengelola masalah chip lebih baik daripada pesaingnya dan mungkin kehilangan 100.000 unit atau 5 persen dari produksi pada 2021," ujarnya.

BMW mencatatkan kenaikan harga saham hingga 1,3 persen pada perdagangan di Jerman siang hari. Adapun secara tahunan, perusahaan telah mencatatkan pertumbuhan harga saham sebesar 24 persen.

Pengiriman BMW selama kuartal III/2021 merosot sekitar 12 persen atau tidak sampai 600.000 unit jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara itu, penjualan Mercedes-Benz anjlok 30 persen selama periode yang sama. Minat mobil hybrid dan elektrik BMW juga melonjak menjadi 231.575 unit dalam 9 bulan pertama.

Setelah ketersediaan semikonduktor tumbuh lebih buruk selama kuartal ketiga, produsen melihat adanya titik terang. Pekan lalu, Volkswagen AG dan Stellantis NV, dua pembuat mobil terbesar di Eropa, mengatakan krisis akhirnya mulai mereda.

Dengan meningkatnya ketersediaan semikonduktor pada kuartal III/2021, produsen otomotif mulai merasa lega. Mereka berjuang untuk menyaingi Tesla Inc., yang baru saja mencatatkan peningkatan valuasi tembus US$1 triliun untuk pertama kalinya pada pekan lalu. Ditambah lagi, perusahaan milik Elon Musk ini mendapat pesanan 100.000 unit dari perusahaan rental Hertz Global Holdings Inc.

Tesla Model 3 juga menempati posisi teratas untuk pengiriman mobil Eropa selama September, mobil listrik pertama yang berhasil menembus jajaran kendaraan berbahan bakar fosil lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik BMW Penjualan Mobil Global
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top