Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Guyur Investasi Rp7,12 Triliun, TOBA Targetkan Capai Karbon Netral di 2030

PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mengumumkan komitmennya untuk mencapai karbon netral atau net zero emission (NZE) pada 2030.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 November 2021  |  13:44 WIB
Guyur Investasi Rp7,12 Triliun, TOBA Targetkan Capai Karbon Netral di 2030
Ilustrasi pemanfaatan energi bersih di Pembangkit listrik tenaga bayu. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mengumumkan komitmennya untuk mencapai karbon netral atau net zero emission (NZE) pada 2030.

Perusahaan mengeluarkan belanja modal sebanyak US$500 juta atau sekitar Rp7,12 triliun (dengan kurs Rp14.259 per dolar AS) dalam 5 tahun ke depan. Investasi tersebut akan berfokus pada industri berkelanjutan dan energi bersih. Target itu lebih cepat dari bidikan pemerintah yaitu pada 2060.

Wakil Direktur Utama TBS Energi Utama Pandu Sjahrir mengatakan bahwa langkah mencapai target tersebut telah dimulai perusahaan pada tahun ini dengan melepas kepemilikan 5 persen saham PT Paiton Energy sebagai Independent Power Producer (IPP) terbesar di Indonesia dengan kapasitas 2.045 megawatt (MW).

Komitmen perusahaan, kata dia, juga tecermin dalam peta jalan (roadmap) pengembangan bisnis hingga 2030. TBS Energi Utama juga telah mengubah laman resmi perusahaan menjadi www.tbsenergi.com sebagai representasi komitmen untuk menjadi perusahaan yang sustainable.

Pandu menerangkan, secara bertahap TBS Energi Utama akan melakukan proses re-investasi dari bisnis saat ini yang masih berbasis bahan bakar fosil ke sektor energi hijau.

“Kami akan melakukan reinvestasi proceed dari bisnis kami saat ini yang masih fossil fuel based, akan kami investasikan dalam green business sector, seperti renewable energy dan juga electric vehicle. Selanjutnya di periode 2026 sampai dengan 2030 akan mulai dilakukan phasing out kegiatan usaha yang fossil fuel based,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (2/11/2021).

Dia menambahkan, saat ini perusahaan dengan kode emiten TOBA tersebut sedang melakukan identifikasi kesempatan-kesempatan bisnis dan investasi di bidang energi terbarukan dan energi bersih, khususnya pada pembangkit listrik tenaga air, biomassa, angina, dan kendaraan listrik termasuk bisnis terkaitnya seperti baterai.

TBS Energi Utama sendiri turut bergabung dalam UN Global Compact, inisiatif strategis di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendorong perusahaan untuk mengadopsi prinsip-prinsip di bidang hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, gerakan anti-korupsi, serta melakukan pelaporan secara berkala.

“Keikutsertaan kami dalam UN Global Compact merupakan langkah penting bagi kami sebagai bentuk transformasi perusahaan menuju ke arah sustainable business. Keikutsertaan ini melengkapi komitmen kami dalam menerapkan Sustainable Development Goals yang sudah kami laksanakan sebelumnya,” ujarnya.

Adapun, terkait dengan isu lingkungan dan iklim, TBS Energi Utama berpartisipasi dalam acara Climate Change Conference (COP26) di Glasgow.

TOBA menjadi salah satu perusahaan swasta yang diundang sebagai pembicara yang diwakili oleh Komisaris Independen TBS Energi Utama Bambang Brodjonegoro dan Direktur Utama Dicky Yordan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emisi karbon Energi Bersih Terbarukan TBS Energi Utama Tbk.
Editor : Lili Sunardi
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top