Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kunjungan Wisman Anjlok 67 Persen, BPS: Belum Ada Perbaikan

BPS belum mengidentifikasi adanya sinyal perbaikan terkait dengan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia di tengah pandemi Covid-19. 
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 01 November 2021  |  14:07 WIB
Sejumlah wisatawan berswafoto di kawasan pantai yang terbentuk dari fenomena akresi (penambahan garis pantai dari darat menuju laut akibat sedimentasi bertahun-tahun) di Desa Surodadi, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (11/2/2020). Munculnya pantai berpasir hitam seluas sekitar 4 hektare akibat fenomena alam tersebut menjadi potensi destinasi wisata baru yang rencananya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. - ANTARA FOTO/Aji Styawan
Sejumlah wisatawan berswafoto di kawasan pantai yang terbentuk dari fenomena akresi (penambahan garis pantai dari darat menuju laut akibat sedimentasi bertahun-tahun) di Desa Surodadi, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (11/2/2020). Munculnya pantai berpasir hitam seluas sekitar 4 hektare akibat fenomena alam tersebut menjadi potensi destinasi wisata baru yang rencananya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. - ANTARA FOTO/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari hingga September 2021 mengalami penurunan mencapai 67 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. 

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan lembagannya belum mengidentifikasi adanya sinyal perbaikan terkait dengan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia di tengah pandemi Covid-19. 

“Kalau kita lihat tahun 2020 pandemi Covid-19 menghantam seluruh negara termasuk Indonesia maka mulai terjadi penurunan yang cukup tinggi bahkan sampai sekarang belum adanya perbaikan terkait kunjungan wisatawan mancanegara itu,” kata Margo melalui konferensi pers daring, Senin (1/11/2021). 

Berdasarkan laporan BPS, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari hingga September 2021 sebesar 1,18 juta orang. Pencatatan itu relatif terpaut jauh dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 3,59 juta orang. 

“Kalau kita lihat secara kumulatif dua tahun terakhir ini perkembangan jumlah wisatawan mancanegara itu flat,” kata dia. 

Adapun, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2021 mencapai 126.510 kunjungan atau turun sebesar 15,08 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada bulan yang sama tahun lalu.

Namun jika dibandingkan dengan Agustus 2020, jumlah kunjungan wisman pada September 2021 mengalami kenaikan sebesar 1,41 persen. 

Di sisi lain, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2021 mencapai 36,64 persen, naik sebesar 4,52 poin dibandingkan dengan TPK September 2020. TPK September 2021 juga mengalami peningkatan cukup tinggi, yaitu sebesar 11,57 poin jika dibandingkan dengan TPK bulan sebelumnya.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama September 2021 tercatat sebesar 1,59 hari atau turun sebesar 0,14 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada pada September tahun lalu,” tuturnya. 

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menargetkan perolehan devisa dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mencapai di angka US$0,47 miliar sampai US$1,7 miliar pada tahun depan. Target itu seiring dengan rencana pemerintah untuk membuka kembali sejumlah destinasi pariwisata unggulan pada akhir tahun ini.   

“Ini matriksnya sudah disepakati dengan DPR yaitu kontribusi PDB pariwisata 4,3 persen, pada 2022 total nilai devisa US$0,47 miliar sampai dengan US$1,7 miliar,” kata Sandi saat memberi keterangan pers, Senin (27/9/2021).  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata BPS wisman Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top