Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BTN Mudahkan Milenial Dalam Membeli Rumah

Fitur ini menjawab kebutuhan para milenial dalam membeli hunian dan keringanan dalam membayar angsuran sesuai dengan perencanaan finansial mereka karena pada tahun-tahun awal biasanya mereka masih beradaptasi dengan cicilan KPR.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 31 Oktober 2021  |  03:57 WIB
Ilustrasi - Deretan perumahan.  - Antara Foto/Oky Lukmansyah/pd
Ilustrasi - Deretan perumahan. - Antara Foto/Oky Lukmansyah/pd
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan fitur anyar Graduated Payment Mortgage dalam produk KPR BTN Gaess for Millenial yang memudahkan milenial dalam membeli rumah. 
 
Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan Fitur Graduated Payment Mortgage (GPM) merupakan salah satu solusi untuk milenial dalam mendapatkan pembayaran angsuran di beberapa tahun pertama yang lebih ringan dengan perhitungan suku bunga kredit yang lebih kompetitif.
 
Menurutnya, fitur ini menjawab kebutuhan para milenial dalam membeli hunian dan keringanan dalam membayar angsuran sesuai dengan perencanaan finansial mereka karena pada tahun-tahun awal biasanya mereka masih beradaptasi dengan cicilan KPR. 
 
"Jadi kami sudah pernah rilis KPR BTN Gaes For Millenial, namun yang ini perbedaannya pada fitur GPM, istilah milenialnya Gak Pakai Mahal," ujarnya di Jakarta, akhir pekan ini. 
 
Fitur GPM memiliki keunggulan utama diantaranya suku bunga promo lebih rendah dan diperhitungkan secara berjenjang yaitu sebesar 4,75 persen selama 2 tahun pertama pinjaman, dibandingkan dengan KPR biasa yang menggunakan skema fix and cap (bunga naik 1 persen tiap tahun selama 3 tahun pertama) sehingga besar angsuran GPM lebih rendah dibanding angsuran KPR reguler pada awal masa kredit. 
 
Setelah itu, pembayaran angsuran akan meningkat secara stabil sesuai dengan asumsi kenaikan penghasilan calon debitur setiap tahunnya.
 
“Dengan fitur ini para milenial masih memiliki  kelonggaran finansial untuk membeli kebutuhan rumah lainnya seperti furniture, kitchen set atau kebutuhan lain yang saat itu mendesak,” katanya.
 
Dia menilai saat ini merupakan waktu untuk membeli rumah. Selain itu, rumah menjadi kebutuhan paling penting dimana saat ini semua kegiatan dilakukan di rumah. 
 
"Jadi memang memiliki rumah ini penting sehingga kami beri kemudahan dalam membeli rumah melalui fitur baru ini," ucap Nixon
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar menambahkan syarat nasabah yang dapat menikmati fitur GPM dalam produk KPR BTN Gaess For Millenial ini yakni harus berusia 21 tahun - 35 tahun. Selakn itu juga, memiliki pekerjaan dan status sebagai karyawan tetap dengan penghasilan tetap.  
 
“Dengan fitur GPM, menurut Hirwandi milenials dapat membayar cicilan yang lebih terjangkau. Misalkan jika milenials membeli rumah seharga Rp500 juta dengan uang muka 5%, maka angsuran awal dengan fitur GPM, hanya perlu mencicil Rp 2,8 juta per bulan. Sementara tanpa fitur GPM cicilannya akan mencapai sekitar Rp 3,1 juta,” katanya.
 
Dengan penambahan fitur anyar pada KPR BTN Gaess For Millenial, Hirwandi optimistis Bank BTN dapat mengejar pertumbuhan KPR non subsidi. 
 
Adapun realisasi KPR BTN Gaess For Millenial sejak tahun 2019 sampai dengan September 2021 telah mencapai Rp 15,2 triliun. Sementara Bank BTN mematok target realisasi kredit consumer non subsidi untuk semua produk adalah sekitar Rp10,3 triliun pada tahun 2021.
 
Berdasarkan catatan Bank BTN, perseroan telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp270,27 triliun per 30 September 2021 atau naik 6,03% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp254,91 triliun.
 
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit BBTN dengan kenaikan sebesar 11,74% yoy menjadi Rp129,98 triliun pada 30 September 2021. Kenaikan penyaluran KPR Subsidi tersebut membuat Bank BTN masih mendominasi pangsa KPR Subsidi sebesar 86%. Adapun KPR Non-Subsidi juga turut menunjukkan kenaikan di level 2,11% yoy menjadi Rp81,88 triliun per 30 September 2021.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top