Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Perkembangan Restrukturisasi Garuda (GIAA)

Garuda Indonesia dibebani oleh setumpuk hutang dan ekuitas negatif mencapai US$2,5 miliar atau sekitar Rp35 triliun (kurs Rp14.000 per US$).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  17:08 WIB
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Setiaputra.  - Istimewa
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Setiaputra. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjabarkan sejumlah perkembangan restrukturisasi utang yang tengah dijalani.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan akselerasi langkah pemulihan kinerja, salah satunya dilakukan melalui restrukturisasi kewajiban usaha bersama seluruh krediturnya agar tetap memberikan layanan kepada masyarakat.

Irfan berpendapat di tengah tekanan kinerja usaha yang dihadapi seluruh pelaku industri penerbangan, langkah restrukturisasi menjadi sebuah opsi yang paling tepat dan relevan dalam menunjang upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia.

“Langkah restrukturisasi tersebut yang saat ini terus kami perkuat melalui sinergitas BUMN salah satunya bersama Pertamina di mana pada akhir tahun 2020 lalu kami berhasil memperoleh kesepakatan perpanjangan waktu pembayaran kewajiban usaha selama tiga tahun dari total outstanding yang tercatat hingga akhir tahun 2020 terhadap Pertamina," ujarnya, Kamis (28/10/2021).

Dia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut juga dilanjutkan melalui diskusi penjajakan restrukturisasi bersama Pertamina untuk kewajiban usaha yang tercatat pada 2021 ini. Dirinya optimis dan percaya langkah yang telah berhasil dijajaki bersama Pertamina maupun berbagai mitra usaha lainnya sejauh ini, menjadi pondasi fundamental bagi kelangsungan bisnis Garuda Indonesia ke depan.

Dia juga memastikan bahwa seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung dengan normal, di mana kami berkomitmen untuk senantiasa mengoptimalkan standar layanan penerbangan yang aman dan nyaman untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat maupun pengangkutan kargo bagi sektor perekonomian nasional.

Pada kesempatan terpisah, Pakar Industri Penerbangan, Hendra Soemanto berharap untuk ke depannya, Garuda Indonesia sebagai National Flight Carrier harus memposisikan dirinya menjadi sebuah perusahaan penerbangan besar serta harus mendominasi pasar domestik dan internasional.

"Tentunya, dengan itikad baik bersama serta tata kelola manajemen yang mumpuni dan profesional di industri penerbangan komersial dari seluruh jajaran direksi dan insan garuda di dalamnya, dengan satu tujuan, menjadikan Garuda Indonesia baru sebagai maskapai dengan profit oriented yang dikontrol oleh sebuah Holding yang mumpuni kelak," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Garuda Indonesia restrukturisasi utang
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top